Pengrajin Karawo Butuh Regenerasi, Upaya Melestarikan Kain Khas Gorontalo

Pengrajin Karawo Butuh Regenerasi, Upaya Melestarikan Kain Khas Gorontalo

03/10/2019 07:52 0 By Maman

Tiga orang siswa asal SMK Negeri 2 Gorontalo yang menjadi peserta dalam kegiatan Mo “Karawo” Design Training di Grand Palace Convention Center, Rabu (2/10/2019).

Hulondalo.id- Kain Krawang atau Karawo, kain khas dari Gorontalo ini terus dikembangkan dan dilestarikan. Namun, meski ketenarannya kian meluas, ada kekhawatiran dari para pengrajin karawo, soal minimnya regenerasi pengrajin karawo itu sendiri.

Memang, proses pembuatan Karawo tidaklah mudah. Dibutuhkan ketelitian untuk bisa mengiris, mencabut benang hingga menyulamnya menjadi motif yang indah.

Aktifitas seperti itu membutuhkan kesabaran tingkat tinggi, plus keahlian. Tak cuma itu, secara psikologis, kebanyakan aktifitas tersebut dilakukan oleh mereka yang sudah berumur.

Dalam artian, dibutuhkan regenerasi pengrajin karawo, utamanya dari generasi muda, untuk belajar dan mengembangkan Karawo.

Rosmiaty Abdul, pengrajin Karawo dan peserta Mo “Karawo” Design Training, Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 mengaku, khawatir akan regenerasi pengrajin Karawo nanti.

Perempuan berusia 49 tahun dari salah satu UMKM Karawo di Kota Gorontalo ini mengaku, mayoritas pengrajin Karawo adalah orang-orang yang seusianya.

“Perlu adanya regenerasi, kalau kami-kami ini sudah tiada, maka ada yang bisa melanjutkan apa yang selama ini kami kerjakan, Karawo terus dilestarikan,” ujarnya.

Saran darinya, Karawo dapat dimasukkan dalam mata pelajaran sekolah. Karawo dikenalkan sejak dini melalui pelajaran di sekolah.

Sementara itu, pemilik Rumah Karawo Agus Lahinta yang juga pemateri Mo “Karawo” Design Training mengatakan, sejatinya Bank Indonesia (BI) Perwakilan Gorontalo telah berencana bekerjasama dengan Rumah Karawo mendirikan Sekolah Informal Karawo.

“Kedepan, BI dan Rumah Karawo berencana mendirikan Sekolah Informal Khusus Karawo,” kata Agus.

Nantinya, di Rumah Karawo akan ada penggiat Karawo yang memberikan edukasi, bagaimana membuat Karawo. Mulai dari mendesain motif hingga menyulam. Bahkan, mereka yang berkunjung ke Rumah Karawo bisa melakukan tiga hal.

“Belajar, Berwisata dan Berbelanja, pengunjung tidak sekedar beli Karawo, tapi juga akan disuguhkan informasi seputar Karawo misalnya, sejarah Karawo, hingga bagaimana cara untuk membuatnya,” ungkapnya. (Tri)