Peninjauan Pekerjaan BWSS II di Tiga Wilayah, Begini Hasilnya

Peninjauan Pekerjaan BWSS II di Tiga Wilayah, Begini Hasilnya

31/10/2019 08:16 1 By Syakir

Pelatihan penyelenggaraan komunikasi publik di BWSS II Gorontalo.

Hulondalo.id – Guna memenuhi kebutuhan informasi publik, Jumat (18/10/2019), bagian Hukum dan komunikasi publik (Kompu) Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementrian PU, meninjau progres pekerjaan balai wilayah sungai (BWS) Sulawesi II yang ada di 3 wilayah Provinsi Gorontalo.

Diantaranya, pekerjaan revitalisasi Danau Limboto di Kabupaten Gorontalo, pengendalian banjir Sungai Bolango di Kota Gorontalo dan terakhir pekerjaan pengembangan daerah irigasi Lomaya dan daerah irigasi Pilohayangan yang ada di Kabupaten Bone Bolango.

Kunjungan pertama di pekerjaan revitalisasi Danau Limboto. Menurut Kepala SNVT Bendungan Sulawesi II Zulaidi, ST, MT, sebagai salah satu dari 15 danau kritis di Indonesia, revitalisasi Danau Limboto sudah dimulai sejak tahun 2012 silam.

Sejak awal pengerjaanya, persoalan penumpukan sendimen hingga penyusutan luas Danau Limboto akibat alih fungsi lahan, menjadi isu utama. Selain melakukan penggalian sendimen dan pembangunan chekdam, upaya lain yang dilakukan adalah dengan membuat tanggul untuk menekan laju okupasi lahan oleh masyarakat sekitar Danau Limboto.

“Kami juga masih terus berusaha berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah dan Kanwil BPN dalam hal pembebasan lahan,” kata PPK Danau, Situ, dan Embung, Wempy Waroka, ST., MT ikut menambahkan.

Kunjungan berikutnya di pekerjaan pengendalian banjir Sungai Bolango yang ada di Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo. Di lokasi ini sudah ada pemasangan beronjong serta normalisasi sepanjang 7 kilometer, dimulai dari jembatan Potanga sampai kearah muara jembatan Tenda.

Kepala SNVT PJSA Sulawesi II Tatang Suhartono,S.T, MT menjelaskan, pekerjaan yang dimulai 2017 silami itu, sesuai kontrak akan berakhir di Desember 2020, dengan progres pekerjaan sudah mencapai 56 % dengan rencana 51 % sehingga defiasi positif sekitar 5,5 %.

Untuk saat ini pekerjaan masih berjalan stabil, dengan mengerahkan 9 unit excavator agar bekerja maksimal. Kendati demikian, diakui faktor alam seperti hujan menjadi kendala, karena memicu volume arus sungai, dan hanya bisa dilakukan pengukuran saja.

Kunjugan terakhir di pekerjaan Daerah Irigasi Lomaya yang diketahui progresnya sudah mencapai 85%. PPK Irigasi dan Rawa 2 Ridwan Modanggu, ST didampingi sebagai pelaksana teknik kegiatan Abdul hamid Muhidin,ST mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk pembebasan lahan.

Nantinya jika pekerjaan ini selesai, maka keberadaan daerah irigasi Lomaya akan mensuplay sedikitnya 1.045Ha kebutuhan air ke daerah irigasi Pilohayanga. Tak cuma itu, keberadaan irigasi itu juga diprediksi akan mendorong naiknya hasil produksi komoditi pertanian hingga menjadi 2 kali lipat. (adv/man)