Penuhi Kebutuhan Jelang Lebaran, Perputaran Ekonomi di Kota Gorontalo Melonjak

Penuhi Kebutuhan Jelang Lebaran, Perputaran Ekonomi di Kota Gorontalo Melonjak

12/05/2021 00:08 0 By Maman

Marten Taha

Walikota Gorontalo, Marten Taha.

Hulondalo.id – Menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah, perputaran ekonomi di Kota Gorontalo melonjak signifikan. Ini antara lain disebabkan oleh, peredaran uang pasca dibayarkannya THR ASN pemerintah daerah beberapa waktu lalu.

Walikota Gorontalo, Marten Taha mengkalkulasikan, uang yang beredar di Kota Gorontalo usai pencairan THR ASN, mencapai Rp 30 miliar.

“Jika dihitung secara bersih, uang berputar di Kota Gorontalo sekitar Rp 30 miliar, dari ASN di Provinsi Gorontalo, jumlah itu belum termasuk belanja kegiatan program strategis lainnya,” kata Walikota disela-sela penyerahan bantuan pembangunan di Masjid Darul Arqam, Senin (10/5/2021).

Walikota mengatakan, jumlah itu baru hitungan kotor dari jumlah pencairan THR ASN Provinsi Gorontalo yang mencapai Rp 24 miliar, Kota Gorontalo Rp 19,6 miliard serta daerah bertetangga dengan Kota Gorontalo.

“Katakan provinsi dari Rp 24 miliar yang dibayarkan, kemudian dibelanjakan di Kota Gorontalo Rp 15 miliar, demikian juga ASN Kota dari Rp 19,6 miliar yang dibayarkan, ada sekitar Rp 15 miliar yang terserap untuk memenuhi kebutuhan, belum ditambah dengan kucuran program BLT untuk 3 bulan yang dicairkan sekaligus sebesar Rp 6 miliar,” ungkap Walikota.

Secara statistik, pertumbuhan ekonomi di Kota Gorontalo terus mengalami peningkatan. Sebagai daerah yang mengandalkan sektor perdagangan dan jasa, ini menjadikan Kota Gorontalo sebagai kiblat Ekonomi di kawasan Teluk Tomini, terlebih diwilayah Provinsi Gorontalo sendiri.

Meski demikian, Ketua DPD Partai Golkar Kota Gorontalo ini meminta, penerapan protokol kesehatan diperketat bagi warga yang datang beraktivitas di Kota Gorontalo.

“Tingginya peredaran uang, akan bersamaan dengan aktivitas orang yang datang di Kota Gorontalo, memasuki idul fitri seperti ini, kita saksikan bersama meningkatnya permintaan atas kebutuhan lebaran” ujar Marten.

Pengetatan terhadap protokol kesehatan dilakukan Marten, guna mencegah terjadinya klaster baru pasca lebaran Idul Fitri nanti, tutupnya. (Inkri/Adbv)