Penutupan Jalan Trans antar Kecamatan Saat PSBB Dinilai Kurang Tepat

Penutupan Jalan Trans antar Kecamatan Saat PSBB Dinilai Kurang Tepat

11/05/2020 21:13 0 By Yadin

Anggota DPRD Pohuwato, Wawan Hatama

Hulondalo.id – Penutupan jalan trans antar kecamatan selama masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di malam hari dinilai oleh anggota DPRD Pohuwato, Wawan Hatama, kurang tepat.

Kata Wawan, yang harusnya ditutup itu adalah akses jalan di perbatasan antar provinsi. “Itu yang harusnya ditutup dan bukan jalan trans, yang ada di sini (Pohuwato)” ujar Politisi Gerindra ini.

Di beberapa kecamatan Wawan menemukan ada penutupan jalan trans Sulawesi. “PSBB itu tidak harus menutup jalan. Kasihan warga,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, ada pedagang ikan yang tak diberi izin lewat oleh petugas saat melintas di jalan trans.

“Kan kasihan dia. Dagangan ikannya sudah tak segar lagi bahkan sudah mau busuk kalau harus menunggu jalan dibuka di pagi hari,” kata Wawan.

Ada pula warga yang mendadak harus menjenguk orang tua tapi tak diizinkan juga melintas.

“Kasihan warga yang punya keperluan mendesak atau penting,” ujar Wawan sembari menegaskan pembatasan itu bukan berarti penutupan jalan.

Ia juga khawatir terjadi penumpukan kendaraan saat penutupan jalan tersebut. Sementara menurut Wawan, tak ada petugas medis yang stand by di lokasi itu.

Penutupan jalan saat PSBB di simpang empat Blok Plan Marisa. (foto. Menzto)

Sementara itu, jubir gugus tugas Kabupaten Pohuwato, Ramon Abdjul saat dikonfirmasi menyampaikan, warga telah diberi kesempatan untuk beraktivitas mulai dari jam 6 pagi sampai jam 5 sore.

Olehnya lanjut Ramon, warga diminta tak lagi beraktivitas di luar rumah diatas jam 5 sore. “Ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” tuturnya.

“Diharapkan pada uji coba pertama ini, apa bisa berdampak pada penurunan kasus Covid-19. Dan alhamdulillah saat ini, di Marisa saja ada 2 yang positif, satu sudah sembuh,” imbuhnya.

Di Provinsi Gorontalo sendiri, dari 19 kasus positif, 1 meninggal, dan 12 orang telah dinyatakan sembuh.

“Sekarang tinggal 6 yang dirawat. Setelah PSBB (diterapkan) ada dampak penurunan,” tutup Ramon. (yadin/adv)