Penyelamatan Buaya Berkalung Ban, Tertahan Corona

Penyelamatan Buaya Berkalung Ban, Tertahan Corona

16/03/2020 22:46 0 By admin

Forrest Galante (kiri) bersama tim, saat melakukan pencarian buaya berkalung ban di sungai Palu.

Hulondalo. id – Upaya penyelamatan Buaya berkalung ban di Palu, Sulawesi Tengah, oleh ahli biologi satwa asal Amerika Forrest Galante terpaksa ditunda. Penundaan itu erat kaitannya dengan kekhawatiran penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayah ini.

Menurut Kepala BKSDA Sulteng, Hasmuni Hasmar bahwa dihentikan untuk sementara penyelamatam buaya berkalung ban ini bukan karena faktor kegagalan akan tetapi terkait penyebaran virus corona.

“Ini bukan masalah perizinan Forrest Galante, akan tetapi terkait virus korona sehingga itu kapan saja Forrest bisa kembali ke Palu untuk menyelamatkan buaya tersebut ketika kondisinya sudah kondusif,” ujar Hasmuni.

Hal senada juga disampaikan Forrest Galante kepada sejumlah wartawan usai berkoordinasi dengan kepala BKSDA Sulteng.

Pembawa acara Animal Planet itu harus merelakan keinginannya untuk membantu melepas ban dari leher buaya di sungai Palu. Instruksi kementerian yang membawahi BKSDA untuk membatasi aktivitas kata Forrest, harus dipatuhi.

“Upaya penyelamatan buaya ini harus ditunda karena kekhawatiran virus corona. Saya akan kembali kapan saja entah itu jangka waktu satu minggu, dua minggu tergantung kondisi yang sudah mulai kondusif,” kata Forrest Galante.

Dia mengapresiasi kerjasama BKSDA Sulteng yang membantu dia dan tim untuk terus berupaya menyelamatkan buaya berkalung ban sejak sepekan yang lalu.

Forrest bahkan mengaku bahwa selama berada di Palu dia mengamati perilaku buaya berkalung ban yang menurutnya cukup pintar, sehingga itu beberapa kali upaya penyelamatan selalu gagal.

“Buaya ini cukup pintar. Dia seakan akan sudah mengetahui keberadaan saya dan tim sehingga ketika akan mendekat dia langsung menghindar,” tandasnya.

Forrest Galante bersama tim akan pulang ke negaranya Selasa (17/3/2020) pagi melalui Jakarta.(rk)