Perayaan Maulid Nabi saat Pandemi, Tanpa Dikili

Perayaan Maulid Nabi saat Pandemi, Tanpa Dikili

17/10/2020 12:58 0 By Syakir

Susunan kue atau disebut Tolangga, menjadi salah satu yang tak terpisahkan, dalam tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Gorontalo. (f.Haris/infopublik)

Hulondalo.id – Peringatan Maulid Nabi Muhmammad SAW akan jatuh pada 29 Oktober 2020. Di Gorontalo sendiri, sudah menjadi kebiasaan masyarakat merayakannya secara tradisional. Namun karena ini masa pandemi, akan ada penyesuaian mulai dari patuh protokol kesehatan sampai menghilangkan beberapa item acara.

Di Kabupaten Pohuwato sendiri, pemerintah daerah sudah menerbitkan surat edaran nomor 800/Pem-Kesra/1087/X/2020, pemerintah menyiapkan 9 poin panduan pelaksanaan peringatan Maulid Nabi, dengan protokol kesehatan.

Pertama setiap penyelenggara peringatan Maulid Nabi, wajib menyedikan petugas yang akan mengawasi penerapan protokol kesehatan. Kedua, area acara wajib dibersihkan dengan disinfektan.

Ketiga, pelaksana wajib menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk, serta alat thermo scanncer untuk mengecek suhu tubuh jaamaah yang akan mengikuti perayaan maulid.

Nah, poin keempat. Pelaksanan zikir atau dikili dalam basa daerah, ditiadakan. Yang dibolehkan hanya tradisi Turunani yang digelar 28 Oktober 2020, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 Wita. Itupun pesertanya hanya boleh 8 orang.

Poin poin selanjutnya, membolehkan sejumlah kegiatan tradisional, tapi pesertanya dibatasi dengan pemberlakuan protokol kesehatan ketat, serta wajib diawasi.

Surat edaran yang ditanda tangani Wakil Bupati Pohuwato Amin Haras itu, dikeluarkan setelah sebelumnya digelar rapat pada 12 Oktober 2020, yang menghadirkan unsur pemerintah daerah, tokoh agama dan tokoh adat. (syakir)