Perjuangan Idah Syahidah untuk Ratusan Santri di Gorontalo

Perjuangan Idah Syahidah untuk Ratusan Santri di Gorontalo

05/10/2020 19:06 0 By Syakir

Idah Syahidah Kemenag

Anggota Komisi VIII dari Fraksi Golkar DPR RI Idah Syahidah. (f. dok)

Hulondalo.id – Keberadaan Idah Syahidah di Komisi 8 DPR RI, memberikan banyak keuntungan bagi Provinsi Gorontalo. Tak terkecuali lembaga lembaga pendidikan Islam yang ada di daerah ini.

Tak kurang dari 29 pondok pesantren, 174 taman pengajian Alquran serta 55 madrasah Diniyah Takmiliyah, mendapatkan bantuan dari Kementrian Agama yang kalau ditotal senilai Rp 3 miliar.

Bantuan tersebut sangat membantu mereka khususnya pondok pesantren yang terpuruk akibat pandemi covid-19, dan sangat membutuhkan bantuan operasional.

“Kita apalagi di Gorontalo, tentu belum sehebat pondok pesantren yang ada di Jawa. Mudah mudahan dengan adanya ibu Idah Syahidah di komisi 8, membantu menyuarakan ini,” ujar Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenang) Provinsi Gorontalo, Dr. H. Syafrudin Baderung, M.Pd, Senin (5/10/2020).

Diakui Syafrudin, ini adalah program nasional dan tidak hanya Gorontalo. Namun, berkat bantuan Ibu Idah, Gorontalo Alhamdulillah dapat lebih banyak.

Hal senada juga disampaikan Dr. Misnawati Nuna, Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Agama Islam. Kata dia, dari 200 lembaga TPQ yang diusulkan untuk peroleh bantuan operasional, Alhamdulillah Ibu Idah Syahidah mampu meloloskan 174 diantaranya.

“Terkait bantuan operasional, Kementrian Agama telah mengucurkan anggaran sekitar Rp 900 juta. Dan Alhamdulillah, Ibu Idah Syahidah bisa membawa sebesar lebih kurang Rp 3 milyar,” ungkapnya.’

Masih kata Misnawati, bertambahnya bantuan itu adalah hal positif, dan sangat diharapkan oleh lembaga lembaga keagamaan yang ada di Provinsi Gorontalo. Dan lagi lagi itu hadir berkat perjuangan ibu Idah Syahidah.

Misnawati memastikan seluruh bantuan itu sudah terdistribusi. Untuk TPQ dan madrasah Diniyah Takmiliyah masing masing diberikan senilai Rp 10 juta, sedangkan pondok pesantren kategori kecil 25 juta dan pondok pesantren kategori sedang Rp 40 juta.

“Dar 29 itu (Pondok Pesantren) ada 4 pondok mendapat Rp 40 juta, dan sisanya Rp 25 juta. Pondok pesantren yang dapat itu adalah yang mengantongi izin operasional,” tandasnya. (man)