Persiapan Capai 90%, Gedung SKB Tolitoli Tempat Karantina ODP

Persiapan Capai 90%, Gedung SKB Tolitoli Tempat Karantina ODP

28/04/2020 20:55 0 By Maman

Bilik di gedung SKB Tolitoli untuk tempat karantina bagi ODP.

Hulondalo.id – Gedung SKB Tolitoli terus dipersiapkan menjadi tempat karantina bagi Orang Dalam Pengawasan (ODP). Selama 14 hari, mereka yang masuk ke Tolitoli dari zona merah, akan menempati gedung tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli Bakri Idrus mengatakan, sejauh ini SKB sudah siap digunakan. Hanya saja kata dia, pihaknya masih menunggu sekitar 108 velbed yang masih ada di pelabuhan.

“Sekitar 10 ruangan yang disiapkan, dan 70 bilik, kemungkinan besar bisa menjadi 100 bilik, dengan fasilitas yang sesuai SOP, seperti tempat cuci tangan, pengasapan, fasilitas TV, kipas angin maupun AC,” kata Bakri.

Hal itu kata Bakri, agar ODP selalu merasa nyaman dan tidak bosan selama berada di tempat karantina. Dia juga mengakui, dukungan fasilitas sangat dibutuhkan terhadap ODP. Apalagi, selama 14 hari, ODP tak akan menerima kunjungan, termasuk keluarga sekalipun.

Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli Bakri Idrus.

Mereka yang akan di karantina juga kata Bakri, memiliki suhu diatas normal, punya gejala penyakit ringan dan ada gejala Covid-19. Kemudian, berasal dari daerah pandemic Covid-19 serta, daerah zona merah.

“Dinas Kesehatan juga menyiapkan APD dan alat rapid test untuk mengantisipasi kemungkinan hal yang tidak diinginkan, jadi langkah yang dilakukan analisis yakni, pengambilan sample untuk di rapid,” ungkapnya.

Nantinya, sekitar 8 orang akan bertugas selama 14 hari di tempat karantina, masing-masing, surveilans, analisis, farmasi, dokter, perawat dan petugas sopir ambulans,” ujar Bakri.

8 orang tersebut tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain maupun ODP. Akan ada juga edukasi melalui TV, pengeras suara. Sehingga, semua ODP bisa dikontrol dari satu ruangan khusus.

Bakri berharap, ODP yang akan di karantina tidak ada yang di rujuk ke rumah sakit. Semoga, semuanya sehat dalam karantina selama 14 hari, dan bisa kembali ke rumah masing-masing, berkumpul dengan keluarga. (Andis/Adv)