Pertama di Indonesia, BEM UNG Gelar “Festival Kritik”

Pertama di Indonesia, BEM UNG Gelar “Festival Kritik”

15/09/2021 11:03 0 By Maman

Hulondalo.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (BEM UNG 2021), akan menggelar “Festival Kritik” bagi UNG untuk merayakan Hari Demokrasi Internasional tanggal 15 September 2021, yang juga bertepatan dengan bulan perayaan Dies Natalis UNG ke 58.

Presiden BEM UNG, Rekzy Pramana Putra W.a Mantali, saat ditemui awak media menyampaikan kebenaran akan digelarnya kegiatan “Festival Kritik” ini. Festival kata dia, sebagai perwujudan dari demokrasi dan jelas sesuai dengan peraturan Undang-undang tentang kebebasan berpendapat di depan umum.

“Kegiatan ini kami beri nama “Festival Kritik” bagi Universitas Negeri Gorontalo, kegiatan ini juga adalah upaya kami selaku BEM UNG untuk membangun budaya transparansi terhadap kebijakan yang selama ini diterapkan di Kampus Kerakyatan UNG,” kata Rekzy, Rabu (15/9/2021).

Tak hanya itu, Rekzy mengatakan bahwa, kegiatan ini adalah bagian dari pelaksanaan dan kepatuhan terhadap Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang, Pelayanan Publik dan Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Maka dari itu, Rekzy berharap agar kegiatan ini diikuti oleh semua kalangan di kampus kerakyatan UNG. Termasuk dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, bahkan cleaning service dan satpam juga turut serta berpartisipasi dalam memberikan kritikan membangun, kritikan yang solutif, dan kritikan yang berbuah Inovasi bagi kampus Kerakyatan UNG kedepan.

“Saya berharap, lewat kegiatan Festival Kritik ini, akan lahir gagasan-gagasan baru dari semua kalangan yang ada di UNG, baik dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, cleaning service dan satpam. Intinya kritikan yang membangun untuk UNG yang Unggul dan Berdaya Saing”, ujarnya.

Selain itu, Rekzy menyampaikan beberapa kriteria dalam pelaksanaan “Hari Raya Kritik” ini, diantaranya, bukan ujaran kebencian atau menyinggung suku, ras dan antar golongan. Kritik mempunyai argumen yang kuat. Kritik dan aspirasi dapat melampirkan foto dan dokumen. Kritik dan aspirasi ditujukan pada unit yang berhubungan dengan topik.

“Kami berterima kasih kepada Rektor UNG Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T, M.T, yang turut mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini, sebagai bentuk perwujudan demokrasi dalam dan luar kampus”, tandas mantan Wakil Ketua Senat FOK itu.

Pemenang festival ditentukan oleh kekuatan argumentasi, ketajaman analisis dan bukti yang kuat berupa foto atau dokumen. (Inkri/HL)

Berikut link surveinya.
https://tinyurl.com/FestivalKritik