Petani Tulungagung Kesulitan Pupuk, Distan Dorong Petani Miliki Kartu Tani

Petani Tulungagung Kesulitan Pupuk, Distan Dorong Petani Miliki Kartu Tani

27/10/2020 22:28 0 By Maman

Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suprapti.

Hulondalo.id – Petani di Tulungagung, didorong agar segera mengurus dan memiliki kartu tani, sebagai syarat mendapatkan pupuk. Kondisi tersebut, sebelumnya sempat disampaikan puluhan petani ke Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung.

Terhadap kondisi itu, mantan aktifis FPPI Zainul Fuad, mendorong pemerintah untuk segera mengeluarkan solusi kongkrit untuk mengurai masalah vital itu.

“Seingat saya, kepemimpinan SAHTO (Sahri-Maryoto) mengeluarkan program peningkatan produksi Pajale (Padi, Jagung, Kedelai), wajar jika kebutuhan pupuknya tinggi,” kata pria yang akrab dipanggil Fuad itu, Selasa (27/10/2020).

“Pemerintah daerah seharusnya membentuk Perusahaan Umum Daerah yang sahamnya tidak terbagi,” tambahnya.

Perumda kata dia, bisa menjadi agen pupuk non subsidi terlebih dahulu, kemudian dengan data RDKK pemda, akan memproduksi pupuk non subsidi secara mandiri, dengan menggandeng kelompok tani di seluruh Tulungagung.

Melalui Perumda ini juga, maka PDAM, PDAU dan semua usaha daerah berada dibawah naungan perumda. Dalam perumda juga ada unsur pengawasan, monitoring dan kontrol yang jelas dan terukur sehingga mampu meningkatkan PAD Tulungagung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suprapti mengatakan, kepemilikan Kartu Tani bagi para petani merupakan kebijakan pemerintah pusat, yang diberlakukan sejak 1 September 2020. Dengan mengantongi kartu tani, maka petani bisa mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Kami sudah menduga akan ada efek yang muncul ditingkat bawah seperti ini, petani kesulitan mendapatkan pupuk,” katanya.

Karenanya, petani diminta agar bisa segera memiliki kartu tani yang dapat dilakukan secara manual menggunakan e-KTP. Syaratnya kata dia, data petani sudah masuk di e-RDKK tahun 2019.

“Kendati demikian tetap harus dilihat dulu ketersediaan pupuk bersubsidi itu masih ada atau tidak yang didistribusikan,” jelasnya.

Dia berharap, para petani akan dibantu PPL untuk mendaftar dan melakukan penginputan di E-RDKK. Meski nantinya belum mendapat kartu tani, dia berkeyakinan pemerintah pasti akan memberikan solusi. (Sururi)