Polisi Bongkar Rantai Peredaran Sabu di Pohuwato, 5 Tersangka Ditahan

Polisi Bongkar Rantai Peredaran Sabu di Pohuwato, 5 Tersangka Ditahan

27/01/2020 21:55 0 By Alex

Tersangka Narkoba

Tersangka Narkoba yang diringkus Satuan Narkoba Polres Pohuwato.

Hulondalo.id – Jajaran Polres Pohuwato lagi-lagi berhasil membongkar rantai peredaran narkoba di wilayah itu, baru-baru ini. Sedikitnya, 5 tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka oleh koprs Tribrata itu.

“Iya, benar. Ada 5 orang yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Satu di antaranya diduga adalah pengedar. Kami masih terus menindaklanjuti kasus ini,” ungkap Kasat Narkoba Polres Pohuwato, AKP Leonardo Widharta SIK pada konfrensi pers, Senin (27/1/2020).

Terungkap pada konfrensi pers, 5 tersangka itu masing-masing berinisial JI, A, DM, RM dan AM. Mereka ditangkap pada Sabtu (18/1/2020).

Awalnya, polisi mendapatkan informasi bahwa ada seorang warga Pohuwato yang baru kembali dari wilayah Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diduga sedang membawa narkoba jenis sabu. Berdasarkan informasi itu, polisi langsung melakukan penggerebekan.

Mulanya, polisi menangkap JI di Desa Bulili, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. JI yang baru datang dari wilayah Palu ditangkap bersama seorang rekannya berinisial A yang sempat melarikan diri.

Saat diinterogasi, JI yang diduga pengedar ini mengakui membawa paket sabu sebanyak 2 sachet yang dikeluarkan dari kantongnya.

Warga Desa Marisa Utara ini juga mengaku barang haram tersebut sempat diedarkan kepada DM, warga Desa Marisa Selatan yang belakangan diketahui merupakan honorer Satpol PP tersebut. Polisi pun langsung mencari DM dan mengaku telah dikonsumsi bersama 2 rekannya, masing-masing RM dan AM.

Di situlah mereka langsung diamankan di Polres Pohuwato untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga membawa 2 sachet plastik berisi narkoba jenis sabu, 6 handphone, uang senilai Rp 500 Ribu, 1 buang botol yang sudah dimodifikasi menjadi bong, 1 buah kaca pyrex dan 1 klip plastik kosong yang telah dipakai DM, RM dan AM sebagai barang bukti.

Kasat Narkoba AKP Leonardo Widharta SIK mengatakan, mereka dijerat dengan pasal yang berbeda, masing-masing pasal 114 (1) subs 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama seumur hidup.

Kemudian pasal pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun.

“Kami masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini,” tandas Leonardo.(Alex)