Produksi Sampah dari 3 Daerah Ini Bikin TPA Talumelito Nyaris Penuh

Produksi Sampah dari 3 Daerah Ini Bikin TPA Talumelito Nyaris Penuh

15/08/2019 23:21 0 By Alex

Aktivitas salah satu alat berat di TPA Talumelito, Kabupaten Gorontalo, Kamis (15/8/2019)

Hulondalo.id – Persoalan sampah di Provinsi Gorontalo sudah mulai menghawatirkan. Bagaimana tidak, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito, Kabupaten Gorontalo saja rata-rata sudah menampung 30 Ribu Ton sampah setiap tahun. Bahkan kondisi ini nyaris membuat TPA Talumelito nyaris penuh.

Sebelumnya, berdasarkan data menyebutkan bahwa TPA Talumelito menampung 33.910 Ton sampah pada Tahun 2018. Jumlah itu meningkat dari tahun 2017 sebanyak 29.749 Ton sampah. Sementara pada Tahun 2016 tercatat sebanyak 31.128 Ton sampah.

Sejatinya, TPA Talumelito menampung sampah dari wilayah Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango. Kota Gorontalo menjadi penyumbang sampah terbesar di TPA Talumelito yang mencapai 80%. Sementara Kabupaten Gorontalo sebesar 15% dan Kabupaten Bone Bolango 5%.

“TPA Talumelito melayani sampah dari seluruh wilayah Kota Gorontalo, sebagian dari Bone Bolango yakni kecamatan Kabila, Tilongkabila dan Suwawa serta Kabupaten Gorontalo untuk kecamatan Telaga cs, Limboto dan Limboto Barat,” ungkap Kepala UPTD TPA Talumelito, Agus Dama, Kamis (15/8/2019).

Akibat dari produksi sampah yang cukup tinggi ini, selter atau tempat penampungan sampah di TPA Talumelito nyaris penuh. Dari 4 selter yang ada, 3 diantaranya sudah ditutup. Selter 4 dengan luas 2,1 hektar dan kedalaman 9 Meter itu tinggal menyisakan sedikit ruang kosong.

“Ada 3 selter sebelumnya sudah kami timbun. Sampah plastik sebagian diambil oleh pemulung, sebagian lagi kami olah jadi kerajinan kreatif. Sampah organik kami olah jadi pupuk kompos,” bilang Agus.

Ironisnya, besarnya volume sampah ini belum diimbangi dengan teknologi yang cukup baik untuk mengurangi sampah. Agus mencontohkan, jenis plastik sisa bungkusan atau tas kresek selain tidak diminati oleh penampung juga sulit untuk diurai menjadi bahan daur ulang.

“Kekurangan kita di sini pak mesin pencacah plastik. Di sini plastik kresek banyak sekali tapi hanya ditimbun. Tidak ada proses setengah jadi yang bisa bernilai jika dijual kembali,” akunya.

Sementara beberapa peralatan lain yang dibutuhkan yakni mesin pengepres kardus. Sampah kardus biasanya memakan kubikasi selter yang cukup luas jika tidak ditekan. Selain itu, mesin pencetak bak telur dibutuhkan untuk memanfaatkan sampah kardus yang masuk di menjadi barang yang bernilai jual.(usman)