PSBB di Gorontalo Diperpanjang, Kepala Daerah Usulkan Ada Pelonggaran

PSBB di Gorontalo Diperpanjang, Kepala Daerah Usulkan Ada Pelonggaran

17/05/2020 21:51 0 By Alex
Gubernur Gorontalo PSBB

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Wakil Gubernur Idris Rahim dan Rektor UNG Eduart Wolok saat rapat virtual membahas perpanjangan PSBB di Gorontalo, Ahad (17/5/2020).(F. Salman/humas)

Hulondalo.id – Seluruh kepala daerah di Gorontalo bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akhirnya sepakat untuk memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Gorontalo.

Namun pada PSBB tahap kedua ini, ada sejumlah kelonggaran-kelonggaran yang diusulkan bupati walikota, terutama terkait waktu beraktivitas, pasar mingguan hingga penyelenggaraan sholat Idul Fitri nanti.

Kesepakatan itu terungkap pada rapat virtual yang dipimpin langsung Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Ahad (17/5/2020).

Pada kesempatan itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyarankan pelonggaran waktu beraktivitas. Jika pada PSBB pertama hanya dibatasi hingga pukul 17.00 Wita, Nelson mengusulkan diperpanjang hingga pukul 20.00 Wita.

“PSBB harus dilanjutkan. Tapi perlu pengetatan. Protokol kesehatan mutlak diterapkan,” usul Nelson Pomalingo.

Sementara Walikota Gorontalo Marten Taha juga mengusulkan penyeragaman penyelenggaraan sholat Idul Fitri dan protokol kesehatan diperketat di kawasan pusat perbelanjaan.

Untuk sholat Idul Fitri harus diseragamkan. Kalau salat Idul Fitri berjamaah, semua di Provinsi Gorontalo harus sholat berjamaah. Kalau tidak, ya seluruh daerah juga tidak menggelar Idul Fitri berjamaah,” kata Marten.

“Tetapi kita menunggu petunjuk Kementerian Agama, karena agama ini merupakan salah satu urusan yang bukan kewenangannya daerah,” sambung Marten.

Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga dan Bupati Bone Bolango Hamim Pou turut yang mengharapkan relaksasi untuk pasar mingguan dengan memberikan kesempatan kepada pedagang lokal untuk berjualan pada pekan terakhir Ramadhan.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai ketua Tim Crisis Center, Eduart Wolok mengingatkan agar pemerintah harus berhati-hati dalam memberikan kelonggaran dalam penerapan PSBB.

Dia bilang, situasi Gorontalo masih mengkhawatirkan karena belum melewati kisaran waktu 50 hingga 60 hari yang merupakan puncak penularan Covid-19.

“Dari kasus pertama pasien 01 sampai hari ini baru 36 hari. Mengertinya, Gorontalo belum melewati fase kritis. Ini yang harus kita waspadai. Secara Nasional memang sudah ada relaksasi karena pertimbangannya reproduksi dasar secara nasional sebesar 1,7 dan untuk Gorontalo masih di atas 2,” terang Eduart.

Menindaklanjuti usulan bupati walikota dalam penyusunan Peraturan Gubernur Gorontalo tentang PSBB tahap kedua, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan membahasnya lebih lanjut dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

“Saya minta pak Sekda, malam ini Pergub PSBB tahap kedua selesai, jam berapa pun akan saya tandatangani agar besok tidak ada kekosongan,” pinta Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.(adv/alex)