Publik Kontemporer, Metode Pengembangan Destinasi Wisata Embung Dumati Berbasis Tematik Keilmuan

22/10/2019 10:28 0 By admin

Embung Dumati (istimewa)

Sekali mendayung dua tiga pulau terlabuhi. Itulah makna sesungguhnya dari kegiatan ini. Sehingga sudah saatnya metode pengelolaan dan pengembangan asset publik perlu dilakukan dengan tata cara modern atau “publik kontemporer” atau dalam kondisi waktu yang sama sesuai dengan kebutuhan masyarakat selaku user pembangunan.

 

Olden Winarto Jahja
Mhsw Prodi AP (Smst VI)

Komponen Publik Kontemporer menjadi salah satu metode yang telah diaplikasikan pada kegiatan di Desa Dumati ini adalah peran berbagai bidang keilmuan. Target dalam kegiatan pengabdian internal dosen di Desa Dumati ini adalah: Prodi Sistem Informasi, berperan dalam menciptakan produk TIK berupa web, youtube, facebook dan sebagainya.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengelolaan dan mempromosikan objek wisata embung Dumati. Peran Prodi Bahasa Inggris terkait mempersiapkan masyarakat kawasan wisata Embung Dumati minimal menjadi masyarakat sadar wisata/wellcome.

Terutama dalam menyambut wisatawan domestic maupun wisatawan mancanegara. Prodi Pariwisata berperan dalam mendesain informasi tanpa batas kepada publik untuk menambah nilai jual promosi objek wisata Embung Dumati.

Bukan hanya itu, Prodi ekonomi pembangunan dan akuntansi berperan dalam membangun jiwa entrepreneurship masyarakat sekitar objek wisata dan pengelolaan BUMDes.

Sedangkan Prodi Administrasi Publik sejalan dengan paradigm public service sebagai pembaharu/innovator, stabilisator, penggerak pembangunan (agent of development) sekaligus sebagai penggerak perubahan (agent of change) berperan dalam memberikan penguatan kelembagaan publik BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa.

Kegiatan seminar pengabdian berbasis tematik keilmuan ini prodi keperawatan dan kebidanan yang menjadi madona kampus membeikan pengobatan gratis melalui pemeriksaan gula darah, asam urat dan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan.

Tidak menutup kemungkinan memberi peluang kepada keilmuan lainnya seperti Prodi Geografi, Fakultas Hukum, Budi daya Perairan, Pertanian dan sebagainya yang sesuai dengan potensi pengembangan objek wisata embung Dumati untuk melakukan pengabdian yang sama.

Komunikasi organisasi yang Romantis merupakan bentuk integrasi pembelajaran dengan PKM dosen, yang bagian dari penerapan kurikulum berbasis KKNI di UM Gorontalo, dimaksudkan agar komunikasi antara Perguruan Tinggi (UMG), komunitas Peduli Embung Dumati, Pemerintah Desa, BUMDes, dan BWS Sulawesi II akan terjalin dengan romantic.

Pentingnya Publik Kontemporer dilakukan sebagai jawaban mendasar dari apalah artinya kecanggihan IPTEK, jika human resources tereliminasikan (Haedar: 2019)

Terima kasih kepada PemDes Dumati Bapak Kasmin Hasan, Direktur BUMDes Drs. Malik Badu, BWS Sulawesi II, Pemerintah Gorontalo Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, M.Pd. Rektor UM Gorontalo, masyarakat Desa Dumati, beserta semua pihak atas dukungan serta kerjasamanya dalam pelaksanaan peresmian program kerja mahsiswa KKD XIV di Desa Dumati.

Harapannya mahsiswa tidak hanya meninggalkan kenangan saja, tetapi mengembalikan tugas mulia ini kepada institusi (UMGo) sebagai lembaga edukatif yang berperan dan bertanggungjawab dalam mengupdate ilmu pengetahuan masyarakat.

Harapannya kontribusi KKD XIV di Desa Dumati ini benar-benar dinyatakan pada Desa Dumati menjadi desa Binaan UM Gorontalo sesuai harapan masyarakat, yang ditandai dengan MOU dan MOA antara BUMDes, UMGo dan BWS Sulawesi II, untuk Program Sustainability. (**)

 

Trisusansi Lamangida Dosen Feis UMGo

Public kontemporer merupakan kajian ilmu administrasi Negara yang bergerak cepat seiring dengan tuntutan perubahan di era 4.0, dan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM, serta pengelolaan SDA untuk kesejahteraan masyarakat khususnya dalam menyambut era baru 5.0.

Tantangan manajemen sector publik di masa depan menuntut komitmen dan peran serta actor publik dalam kerangka pembangunan Nasional yakni pembangunan yang dimulai dari desa. (UU No. 6 tahun 2014).

Peran LPPM UM Gorontalo dalam menjembatani kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, melalui Kuliah Kerja Dakwah XIV, telah mengantarkan mahasiswa peserta KKD untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan program Pemerintah di Desa Dumati,.

Ditengah ketidakpastian dengan segala keterbatasan, Allhamdulillah peserta KKD XIV berhasil menyentuh dan melaksanakan program fisik pemasangan papan nama pintu gerbang masuk lokasi objek wisata embung Dumati.

Program non fisik yang menjadi lokomotif kegiatan mahasiswa adalah kegiatan seminar pengabdian Internal Dosen yang melibatkan masyarkat desa, PemDes, BUMDes, dan dosen dari berbagai disiplin keilmuan di lingkungan UM Gorontalo. (*)