Puluhan Petani di Bone Pantai Diajari Menyimpan Rica Biar Tahan Lama

Puluhan Petani di Bone Pantai Diajari Menyimpan Rica Biar Tahan Lama

03/07/2019 19:49 0 By Alex

Bimbingan teknis Good Handling Practices (GHP) melalui sekolah lapang untuk pasca panen tanaman cabe rawit di Desa Tunas Jaya, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (3/7/2019)

Hulondalo.id – Puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Nyiur Indah, Desa Tunas Jaya, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango, mendapatkan bimbingan teknis Good Handling Practices (GHP) melalui sekolah lapang untuk pasca panen tanaman cabe rawit alias rica agar tahan lama dan tetap berkualitas.

Kepala Seksi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura, Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Harmolan I Talani memberikan penjelasan terkait penanganan tanaman cabe rawit pasca panen.

Dikatakan Harmolan, rica segar mempunyai daya simpan yang sangat singkat. Olehnya, diperlukan penanganan pasca panen yang hati-hati.

Perlakuan pasca panen ini mulai dari saat panen sampai pengangkutan harus dilakukan secara hati-hati agar bumbu pedas ini tidak mudah rusak dan menyebabkan penyusutan bobotnya. Rata-rata jumlah kerusakan yang terjadi mulai dari lapangan sampai ke tingkat pengecer sebesar 23%. Kerusakan ini terjadi secara mekanis dan fisik.

“Kerusakan mekanis umumnya terjadi selama pengemasan dan pengangkutan dan kerusakan fisik dapat disebabkan oleh lingkungan tempat penyimpanan cabe rawit terlalu lembab hingga 90% atau suhu tropis yang tinggi,” kata Harmolan I Talani, Rabu (3/7/2019).

Selain itu, Harmolan juga menjelaskan bahwa kerusakan fisik ini ditandai dengan membusuknya cabe rawit segar yang disimpan. Kelembaban lingkungan tidak boleh kurang dari 80% karena bisa menyebabkan komoditas hortikultura ini kering, tampak keriput dan terlihat tidak segar lagi.

Akibat dari kerusakan mekanis dan fisik ini, kata Harmolan, sangat merugikan petani. Agar rica dapat dipertahankan kualitasnya sampai ke tangan pembeli, diperlukan penanganan yang baik dari mulai panen sampai pasca panen.

“Untuk itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman penanganan pascapanen cabe rawit, menghasilkan produk cabe rawit yang bermutu,” tandasnya.(usman)