Pupuk Subsidi Sulit Diperoleh Petani Tulungagung, Ini Penjelasan Dinas Pertanian

Pupuk Subsidi Sulit Diperoleh Petani Tulungagung, Ini Penjelasan Dinas Pertanian

17/09/2020 17:49 0 By Maman

Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suprapti.

Hulondalo.id – Petani di Tulungagung mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Kondisi ini pasca penerapan program Kartu Tani oleh Pemkab Tulungagung. Sebab, belum semua petani di daerah ini, memiliki kartu tersebut.

Kamis (17/09/2020) salah seorang petani, Suwari mengaku, harga pupuk subsidi yang harus dibeli, cukup tinggi. Suwari juga mengaku, tidak memiliki kartu tani tersebut. Bahkan ia tidak diperbolehkan membeli pupuk bersubsidi.

Pupuk urea yang mestinya Rp90 ribu, karena tidak punya kartu tani kata dia, harus dibeli dengan harga Rp300 ribu. Hal yang sama dikatakan petani lainnya, Sutris. Dia juga tidak punya kartu tani. ia juga tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga yang lebih murah.

Sementara itu, Ketua Presidium Penyuluh Pertanian Kabupaten Tulungagung, Timour mengatakan, program kartu tani terkadang masih salah dipahami oleh petani. Sebab kata Timour, sebenarnya yang menjadi persoalan hanyalah prosedurnya saja.

Pupuk yang dibeli dengan harga murah oleh petani kata Timour, merupakan barang bersubsidi. Untuk mengamankan pupuk tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan kartu tani.

“Kalau tidak punya kartu tani, petani cukup berkoordinasi dengan penyuluh, dan penyuluh mengeluarkan rekomendasi bahwa, dia benar-benar petani dan bisa langsung mendapatkan pupuk subsidi di kios,” jelasnya.

Ketua Presidium Penyuluh Pertanian Tulungagung, Timour. (foto:dokpribadi)

Timour menambahkan, kriteria petani itu berbeda-beda tergantung komoditas apa yang ditanam. Antara petani tanaman pangan dan petani pekebun, maka kebutuhan pupuknya juga berbeda. Itu yang kemudian ditertibkan melalui program kartu tani.

Selain itu, kartu tani juga akan membatasi para pemilik PT perkebunan untuk mendapatkan pupuk subsidi, serta menertibkan para petani nakal yang membeli pupuk subsidi untuk dijual kembali.

Agar tidak terjadi salah paham, Timour menghimbau petani, harus koordinasi dengan penyuluh setempat, untuk didata dan dimasukkan dalam e-RDKK. Ini akan mempermudah petani mendapat pupuk subsidi.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suprapti mengatakan, mulai 1 September 2020, pembelian pupuk subsidi harus memakai kartu tani. Karena di Tulungagung infrastruktur belum siap, saat ini pengambilan pupuk subsidi masih secara manual.

Suprapti juga menjelaskan, mulai saat ini petani tidak boleh membeli pupuk subsidi kalau tidak masuk dalam e-RDKK. Karenanya, ia menyarankan para petani harus masuk kelompok tani, agar masuk pendataan sehingga subsidi pupuk bisa tepat sasaran. (Sururi)