Rakor Bidang Kesehatan, Ini Harapan Marten Taha

Rakor Bidang Kesehatan, Ini Harapan Marten Taha

10/09/2021 15:40 0 By Maman

Rakor Bidang Kesehatan Walikota Marten

Walikota Gorontalo, Marten Taha saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan dirangkaikan dengan perencanaan serta evaluasi program dan keuangan tahun 2021. (foto:hms)

Hulondalo.id – Saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan yang dirangkaikan dengan perencanaan, serta evaluasi program dan keuangan tahun 2021, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menyampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan.

Diantaranya kata Walikota, bersama menyatukan persepsi, komitmen dan langkah yang nyata, terakomodir dalam menurunkan AKI dan AKB serta pencegahan stunting.

Penting juga kata Marten, meningkatkan pengendalian penyakit baik menular maupun tidak menular, serta penguatan health security untuk penanganan pandemi. Dan, meningkatkan kerjasama lintas sektor dalam rangka penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

“Dengan menggalang kerjasama lintas sektoral utamanya, dalam membina peran, serta masyarakat yang bersangkutan untuk merumuskan kerjasama dalam pelaksanaan pembinaan nanti,” ungkapnya Jum’at (10/9/2021) di Manado, Sulawesi Utara.

Secara umum kata Wali Kota dua periode ini, pembangunan kesehatan di Kota Gorontalo telah meningkatkan status kesehatan. Kini, umur harapan hidup masyarakat di tahun 2020 mencapai 72,5 Tahun. Dibandingkan harapan hidup Nasional hanya 71,5 Tahun.

Dia menambahkan, AKI di Kota Gorontalo sebesar 229,9 per 100.000 kelahiran hidup (KH). AKI kata Marten, masih jauh dari target global SDGs untuk diturunkan menjadi 183 per 100.000 KH pada tahun 2024 dan kurang dari 70 per 100.000 KH pada tahun 2030.

“Ini perlu ada strategis dan upaya komprehensif karena untuk mencapai AKI pada tahun 2024 183 per 100.000 KH,” terangnya.

Tak hanya itu, Marten menuturkan, angka kematian Neonatal sebesar 5,9 per 1.000 KH, angka kematian bayi 7,2 per 1.000 KH, dan angka kematian balita sebesar 7,4 per 1.000 KH. Angka tersebut sudah mencapai target tahun 2024 yakni angka kematian Neonatal 10 per 1.000 dan angka kematian bayi 16 per 1.000 KH. (Inkri/HL)