Ranperbup SDEW Mendesak, Sekda: Cikal Bakal Menjadi Ranperda

Ranperbup SDEW Mendesak, Sekda: Cikal Bakal Menjadi Ranperda

13/11/2019 00:08 0 By Maman

Sekda Gorontalo Utara Ridwan Yasin membuka Uji Publik tentang Instrumen Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Sekitar SDEW Prioritas Wilayah Sungai Limboto Bolango Bone. (hms)

Hulondalo.id- Mendesak untuk segera diatur, Sekda Gorontalo Utara Ridwan Yasin mengatakan, Ranperbup tentang Instrumen Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Sekitar SDEW Prioritas Wilayah Sungai Limboto Bolango Bone, persiapan untuk kemudian dibuatkan dalam sebuah Peraturan Daerah (Perda).

Sekda menjelaskan bahwa, rancangan regulasi ini berkaitan dengan keberadaan tiga embung yang di Gorontalo Utara masing-masing, embung pontolo, embung ilangata, dan embung tolango.

“Kondisi geografis Gorontalo Utara sangat strategis, karena berhadapan langsung dengan beberapa negara, sehingga, melalui rancangan regulasi ini, SDEW harus segera diamankan,” kata Sekda saat membuka Uji Publik rancangan regulasi tersebut.

Jika tidak, dikhawatirkan akan berdampak pada pemerintahan yang sementara berjalan. Karenanya dalam uji publik yang digelar di Hotel Maqna Gorontalo tersebut, Sekda sempat mengecek langsung kehadiran pemerintah desa, dalam hal ini kepala desa yang diwilayahnya terdapat ketiga embung tersebut.

Hal menarik diakui Sekda, terkait tidak diperbolehkannya menambah pasal yang mengatur soal sanksi dalam rancangan regulasi setingkat Perbup. Peraturan perundang-undangan megatur, sanksi hanya dapat dituangkan dalam undang-undang dan perda.

Karenanya kata Sekda, ranperbup ini menjadi cikal bakal, persiapan menjadi regulasi setingkat Perda yang bisa mengatur pasal tersebut.

“Perbup ini akan menjadi cikap bakal regulasi setingkat perda, karenanya adalah tepat ranperbup mulai dibahas, agar nantinya perda lebih kuat,” ungkap Sekda Selasa (12/11/2019).

Sekda juga berharap, kerjasama dan koordinasi dengan Kemenkumham Provinsi Gorontalo, dapat terus dijaga, dalam proses penyusunan maupun pembahasan berbagai rancangan regulasi. (man/adv)