RAPBD Tahun 2021 Ditanggapi 5 Fraksi DPRD Kabupaten Blitar

RAPBD Tahun 2021 Ditanggapi 5 Fraksi DPRD Kabupaten Blitar

13/10/2020 16:39 0 By Maman

DPRD Kabupaten Blitar menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Pandangan Umum Fraksi terhadap Nota Keuangan RAPBD Kabupaten Blitar tahun 2021. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – 5 fraksi di DPRD Kabupaten Blitar, secara menanggapi Nota Keuangan RAPBD Tahun 2021. Banyak hal disampaikan kelima fraksi melalui juru bicaranya masing-masing, dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, H. Abdul Munib, Selasa (12/10/2020).

Munib mengatakan, secara umum rata-rata fraksi mempertanyakan penertiban dan penataan sumber-sumber PAD yang belum maksimal, dan terkesan ada kebocoran penerimaan. Eksekutif kata Munib, diminta untuk memaksimalkan sumber penerimaan tersebut, sesuai potensi yang ada, contohnya potensi tambang pasir yang besar.

“Pemerintah Kabupaten Blitar diharapkan memiliki perencanaan perencanaan yang baik disektor ini, pemerataan pembangunan harus menjadi prioritas utama juga bagian dari masukan seluruh fraksi,” kata Munib.

Fraksi Gabungan Pembangunan Nasional (F-GPN), mendapat kesempatan pertama menyampaikan pandangannya, dalam Rapat Paripurna yang digelar secara virtual melalui YouTube Pemkab Blitar ini. Juru bicara, Anshori Baidlowi mengatakan, Fraksi GPN menyoroti terkait pembangunan infrastruktur jalan, sarana dan prasarana mendasar. Faktor utama kerusakan jalan kata dia, karena adanya truk yang memuat galian C melebihi kapasitas.

Fraksi PDIP yang dibacakan oleh Aryo Nugroho meminta pemerintah untuk memprioritaskan program pembangunan didesa yang berbatasan dengan daerah lain, seperti Desa Gembongan Kecamatan Ponggok, Desa Salam Kecamatan Wonodadi, Desa Ampelgading Kecamatan Selorejo, Desa Ringinrejo Kecamaatn Wates dan Desa Plandirejo Kecamatan Bakun. Selanjutnya, Fraksi PKB dibacakan, H. Adib Zamhari mengatakan, mendorong Pemerintah Daerah mengelola tambang galian C semaksimal mungkin.

Fraksi PKB juga kata dia, sebelumnya mendapat isu terkait pelayanan kesehatan di rumah sakit yang memvonis pasien sebagai pasien Covid 19. Fraksi PKB juga memberikan apresiasinya terhadap guru dan dosen tetap semangat mengajar walaupun di saat pandemi. Masih banyaknya status kepemilikan tanah yang belum jelas, disampaikan juru bicara Fraksi PAN, Medi Wibawa. Antara lain kata dia, di Karangnongko, Petungombo, Tambakrejo, Kendalrejo dan Plumpang.

Selain itu Medi juga mengungkap, keberadaan penambang ilegal yang masih beroperasi yang berdampak negatif pada lingkungan dan infrastruktur. Terakhir, Fraksi Golkar-Demokrat dibacakan Anik Wahjuningsih, meminta agar, RAPBD 2021 diarahkan pada pemulihan ekonomi seperti program padat karya, ekonomi kerakyatan dan lainnya. (Anang/Adv)