Ratusan Anak di Jawa Barat Kecanduan Gadget Sudah Dirawat di Rumah Sakit Jiwa, Hati-hati Bunda!

Ratusan Anak di Jawa Barat Kecanduan Gadget Sudah Dirawat di Rumah Sakit Jiwa, Hati-hati Bunda!

17/03/2021 05:15 0 By Alex

anak-anak kecanduan gadget

ilustrasi anak-anak bermain gadget. (F. detik.com.)

Hulondalo.id – Sedikitnya 200 anak telah menjalani rawat jalan di rumah sakit jiwa (RSJ) Cisarua, Jawa Barat, akibat kecanduan ponsel atau gadget.

Bahkan hingga bulan Januari 2021 tercatat sudah ada sedikitnya 8 pasien anak dan remaja usia 11-15 tahun yang dirawat di RSJ setempat.

Fenomena kecanduan gadget Jawa Barat menyusul pihak sekolah masih memberlakukan pembelajaran daring sehingga waktu anak-anak dengan gadget makin lama.

Hal ini pun mengundang keprihatinan kepada pemerintah setempat. Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum pun meminta agar orang tua membatasi interaksi anak-anaknya dengan gadget. Kecuali untuk pembelajaran daring, penggunaan gadget oleh anak perlu diawasi ketat.

“Penting diketahui orang tua bahwa penggunaan gawai lebih dari 6 jam per hari berbahaya bagi mental dan psikis anak,” kata Uu, dikutip dari humas jabarprov, Selasa (16/3/2021).

Bukan hanya durasi, konten yang dibuka anak pun perlu diawasi agar tidak terpapar hal–hal negatif. Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan anak kecanduan gadget, terutama fitur game online dan platform media sosial.

“Dia awalnya punya gangguan dengan stres, banyak mengurung diri, tidak punya teman kemudian dia pegang handphone, maka terjadilah adiksi,” katanya.

“Atau bisa saja anak awalnya tidak punya gangguan stres, tapi karena tidak ada kegiatan bersama orang tua dan anak, maka mencuri–curi kesibukan dengan bermain gawai orang tua maupun miliknya sendiri,” sambung Uu.

Olehnya, penting bagi orang tua selalu memiliki kegiatan rutin interaktif yang sifatnya harian atau mingguan bersama anak.

Jika dilakukan konsisten, maka anak akan merasa diperhatikan orang tua dan aktivitas bermain gadget menjadi tidak menyenangkan.

“Jangan biarkan anak murung sendiri di rumah atau di kamar. Anak harus diusahakan ceria, bergaul dengan orang tua dan teman. Tapi temannya dipilih dan dipilah juga,” katanya.(alex)