RDP Galian C, Panoto: Pengelolaan Harus Lebih Selektif

RDP Galian C, Panoto: Pengelolaan Harus Lebih Selektif

07/10/2020 18:56 0 By Maman

Sekretaris Komisi III Panoto didampingi H. Adib Zamhari berharap, tahun 2021 mendatang sektor pertambangan bisa memberikan PAD yang besar. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Pengelolaan aktivitas galian C, diminta Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Panoto, lebih selektif dilakukan Pemkab Blitar. Agar kata dia, salah satu potensi daerah ini, bisa memberikan kontribusi maksimal terhadap penerimaan daerah.

Usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) menindaklanjuti aduan LSM KRPK tentang aktivitas pertambangan, Rabu (7/10/2020), Panoto mengatakan, ada beberapa masukan yang konstruktif dari KRPK yang patut diseriusi. Termasuk kata Panoto, mendorong Pemkab Blitar, agar pengelolaan tambang galian C ini, lebih efektif.

“Agar persoalan yang muncul selama ini terkait pengelolaan tambang galian C di Kabupaten Blitar, tidak berkepanjangan, masukan yang disampaikan LSM KRPK bagi komisi III, merupakan darah segar baru yang selama ini juga menjadi kajian komisi III dalam penerimaan PAD dari sektor pertambangan,” kata Panoto.

Panoto juga mengatakan, penerimaan daerah dari sektor ini, masih sangat kecil dibandingkan beberapa daerah seperti, Lumajang, Kulonprogo dan Magelang, yang bisa menyumbangkan PAD dalam jumlah besar.

Panoto juga mengakui, saat ini belum ada regulasi yang mampu mengantisipasi semua persoalan tersebut. Namun dia berharap, ditahun 2021 mendatang, semoga akan ada regulasi berupa Perda yang bisa mengatur itu semua.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri politikus PKB Adib Zamhari diruang rapat Banggar Gedung DPRD Kabupaten Blitar, Panoto juga mengatakan, ada kesepakatan bersama untuk menertibkan tambang liar yang ada di Kabupaten Blitar. Semoga kata dia, komitmen ini bisa ditindak lanjuti pihak-pihak terkait.

Sementara itu, Ketua KRPK M.Trianto mengatakan, fakta di lapangan, ada beberapa aktivitas penambang liar ini terkesan dibiarkan. Dampak yang ditimbulkan sangat luar biasa, selain pengrusakan lingkungan, juga jalan rusak. (Anang/Adv)