Regional Meeting Teluk Tomini & Maluku Utara, Eduart: Jadikan Desa Sebagai Subjek Pembangunan

Regional Meeting Teluk Tomini & Maluku Utara, Eduart: Jadikan Desa Sebagai Subjek Pembangunan

12/06/2021 12:19 0 By Maman

Pembukaan Regional Meeting UNG

Rektor UNG, Dr. Eduart Wolok, ST, MT saat memberikan sambutan pada acara Regional Meeting Kawasan Teluk Tomini dan Maluku Utara. (foto:hms)

Hulondalo.id – Dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Teluk Tomini dan Maluku Utara, kata Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Eduart Wolok, ST,.MT harus melalui berbagai macam tahapan.

Karenanya kata Rektor, garis peraturan revitalisasi yang akan dikedepankan dimulai dari konstitusi UUD 1945, Permendagri nomor 20 tahun 2018, dan Permendesa nomor 17 tahun 2019, yang menjanjikan pemberdayaan, pembangunan masyarakat bertumpu menjadikan Desa sebagai subjek pembangunan melalui program SDGs Desa.

Rektor menjelaskan bahwasanya, sudah menjadi rahasia umum, Indonesia Timur relatif sedikit tertinggal dari kawasan Indonesia Barat. Kawasan Teluk Tomini tingkat kemiskinan kata dia, ada pada level +- 6%, Maluku Utara pada level 6,78%, masih berada dalam kategori miskin.

Dilihat dari perkembangan generasio, maka kawasan teluk tomini pada angka 0,4 dan Maluku Utara pada 0,326. Sehingga, masuk pada kategori ketimpangan yang rendah dan sedang.

“Ini tentu perlu akselerasi untuk mendorong, agar kita bisa sejajar dan terus maju bersama daerah yang lain,” ungkapnya, Sabtu (12/6/2021).

“Teluk tomini sebagai sentrum perdagangan dunia, maka Maluku Utara dikenal dengan kepulauan seribu rupa. Dan, yang menyatukan 2 area ini adalah wilayah laut. Indonesia sebagai negara maritim, maka teluk tomini dan Maluku Utara di satukan wilayah laut 715. Itu sebabnya, revitalisasi Teluk Tomini dan Maluku Utara penting kita laksanakan,” sambung Eduart.

Tak hanya itu, entitas pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau distance perguruan tinggi, atas pengelolaan dana desa secara terbuka dan bertanggungjawab untuk kemakmuran masyarakat.

“Untuk bisa mengedepankan dan mewujudkan ini, kita akan mengutamakan model kerjasama tingkat sektoral yang berdasarkan tata kelola pemerintahan, konservasi lingkungan, mitigasi bencana, pertahanan dan keamanan, perikanan dan kelautan dan paling penting adalah transportasi dan logistik,” kata Rektor.

Untuk mewujudkan ini kata Rektor lagi, grand strategi revitalisasi akan dilakukan melalui ekstraksi, matrix perencanaan KEK Teluk Tomini dan Maluku Utara melalui kondisi sosial dan ekonomi, pengembangan kapasitas dan pengetahuan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam serta pemantapan keamanan serta pembinaan wilayah.

“Ini akan hanya menjadi mimpi besar, apabila kita tidak bersinergi bersama dalam kebersamaan melangkah untuk sama-sama memajukan kawasan ini. Olehnya, kita telah melihat bersama teluk Tomini, terlihat betapa lagu yang kita tampilkan adalah menampilkan seluruh entitas bahasa yang ada di teluk tomini dan Maluku Utara, itu menggambarkan bahwa kedepan kita akan bergerak bersama serta dukungan dari pemerintah di wilayah tersebut,” tandasnya. (Inkri/Adv)