Rekonstruksi Suami Bunuh Istri, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Rekonstruksi Suami Bunuh Istri, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

26/10/2021 21:08 0 By Maman

Rekonstruksi Suami Bunuh Istri

Pelaku saat melakukan salah satu adegan dalam rekonstruksi dugaan pembunuhan yang dilakukan suami kepada istrinya di Mapolres Gorontalo. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Polres Gorontalo menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap SA alias Siska (29), warga Pentadio Barat Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo yang diduga dilakukan suaminya sendiri, SU alias Suhendar 28 September 2021 lalu.

Dalam rekonstruksi yang digelar di Mapolres Gorontalo, selain tersangka utama juga menghadirkan tujuh orang saksi. Rekonstruksi kata dia, sengaja digelar di Mapolres Gorontalo, guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

“Pertimbangan dari penyidik, banyak keluarga korban dan tak kondusif, sebab keluarga besar korban belum menerima kejadian ini, sehingga pihak penyidik berkoordinasi dengan kejaksaan terkait pelaksanaan rekontruksi di Mapolres Gorontalo,” jelas Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Mohammad Nauval Seno, usai rekontruksi, Selasa (26/10/2021).

Tersangka kata Nauval, memerankan sekitar 41 adegan. Diadegan 21 hingga 27 tersangka menusuk korban dengan menggunakan badik.

“Ada sekitar 41 adegan direkonstruksi ini, mulai adu mulut antara korban dan tersangka, kemudian adegan tersangka menusuk korban hingga korban dilarikan ke rumah sakit,” ungkap Nauval.

Nauval juga mengatakan, di adegan 21 hingga 27 tersebut, tersangka menusuk korban berulang kali, yang disaksikan orang tua korban dan adik korban.

“Selanjutnya ibu dan adik korban meminta pertolongan dari warga setempat untuk membawa korban ke rumah sakit,” ujar Nauval.

Setelah rekontruksi tersebut, berkas akan diengkapi. Sebab masih ada saksi yang akan dimintai keterangan. Setelah itu, dilimpahkan ke kejaksaan untuk tahap satu.

“Motif pembunuhan, tersangka cemburu terhadap korban, korban diduga mempunyai hubungan gelap dengan orang lain,” terang Nauval.

“Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP Pidana, dan Pasal 354 tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tambah Nauval. (Pin)