Resmikan Kampung Berseri di Kelurahan Pakunden, Wujudkan Keluarga Berkualitas di Kota Blitar

Resmikan Kampung Berseri di Kelurahan Pakunden, Wujudkan Keluarga Berkualitas di Kota Blitar

24/11/2020 22:19 0 By Maman

Kampung Berseri Kota Blitar

Pjs Walikota Blitar, Jumadi meresmikan Kelurahan Pakunden Kota Blitar sebagai Kampung Berseri Keluarga Berkualitas. (foto;istimewa)

Hulondalo.id – Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, diresmikan sebagai Kampung Keluarga Berkualitas atau KB Berseri. Program ini kata Pjs Walikota Blitar, Jumadi, penting dikampanyekan karena mampu membentuk kampung mandiri yang berkecukupan dan berdaya saing.

Saat meresmikan Kelurahan Pakunden sebagai Kampung Berseri, Selasa (24/11/2020), Jumadi juga mengatakan, diera peradaban modern, laju inflasi kepadatan jumlah penduduk sulit ditekan. Program ini dibangun dengan landasan membentuk kelompok keluarga kecil yang memiliki usaha mandiri dan mampu mengembangkan potensi diri dan lingkungan.

Metode KB kata Jumadi, hingga kini masih menjadi andalan program pemerintah. Buktinya, layanan kesehatan semakin baik, angka kegagalan ibu melahirkan sangat minim, mampu menumbuhkan UMKM, kampung yang bersih lahir dan batin khususnya di Kota Blitar ini.

“Ini penting dikampanyekan,” kata Jumadi.

Diresmikannya kampung Berseri, Jumadi berharap, kampung ini dapat mereplikasikan diri, dan menjadi contoh kampung Berseri di kota Blitar. Artinya kata dia, akan banyak kampung-kampung Berseri lainnya di kecamatan dan kelurahan di Kota Blitar.

Lebih lanjut Jumadi menambahkan, kampung Berseri bisa dilaksanakan secara menyeluruh per kecamatan. Dia menargetkan, minimal 1 kecamatan ada 1 kampung Kampung Berseri. Akan lebih bagus kata dia, jika kelurahan terdapat 1 kampung Kampung Berseri, karena pentingnya pengendalian pertumbuhan penduduk.

“Secara demografi Jumadi menggambarkan, fluktuasi angka kelahiran di Jawa Timur cukup tinggi terjadi tahun 2018-2019. Artinya menurut dia, usia produktif jumlahnya sangat luar biasa. Ini terkait dengan strategi pemerintah. Bila laju pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan, maka otomatis bisa membantu pemerintah pada index pembangunan.

“Layanan pendidikan kesehatan, pendapatan keluarga dan semuanya akan terpenuhi secara maksimal,” tandasnya.

“Melalui 8 jalur pengendalian sesuai program pemerintah seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, menunda angka kelahiran dan menunda usia perkawinan muda, juga akan mendapatkan jaminan dari keluarga prasejahtera meningkat  ke prasejahtera dan semua bisa tertangani dengan baik,” tambahnya.

Yang perlu diingat kata Jumadi, wilayah Kota Blitar sangat sempit, hanya dengan 3 kecamatan 21 kelurahan. Melalui kegiatan ini, Pemkot Blitar mentrigger kondisi disini dan secepatnya untuk mereplikasi

“Bila kita punya anak banyak, yang jelas kita akan kesulitan memenuhi semua kebutuhanya dengan baik, seperti biaya pendidikan, kebutuhan kesehatan, sandang, papan dan pangan,” pungkasnya.

Hadir pula dalam acara tersebut, Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Dra. Sulistiyani MM dan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur. (Anang/Hms/Adv)