Revisi RTRW Gorontalo Utara, Atur Ulang Sejumlah Kawasan

02/12/2019 22:34 0 By Maman

Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin bersama pimpinan OPD disela-sela pelaksanaan rapat Penyusunan Revisi RTRW (Tahap 1) Dinas PU-PR Gorontalo Utara. (hms)

Hulondalo.id- Sejumlah peruntukkan kawasan kembali diatur oleh Pemkab Gorontalo Utara, dengan merevisi RTRW.

Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin mengatakan, ada beberapa kawasan yang selama ini sudah berdiri bangunan seperti kantor desa dan lainnya, namun ternyata, masih termasuk dalam kawasan hutan.

“Padahal hutannya sudah tidak ada disitu, sebab itu direvisi kawasan itu, sehingga kita tidak dianggap melanggar aturan sebagaimana yang ada di RTRW,” kata Bupati usai mengikuti rapat Penyusunan Revisi RTRW (Tahap 1) Dinas PU-PR Gorontalo Utara.

Revisi RTRW ini, tak menutup kemungkinan mengembangkan kawasan yang ada ke wilayah lain. Misalnya, kawasan industri yang selama ini hanya di Anggrek, dapat dikembangkan wilayah lain.

Di Anggrek sendiri saat ini, peluang untuk dikembangkan sesuai peruntukkannya sebagai kawasan industri, agak sulit dilakukan, karena diwilayah itu terdapat manggrove. Tak jadi masalah kata Bupati, ada dua kawasan industri, agar pembangunan lebih maksimal juga.

Dalam rapat tersebut kata Bupati, konsultan dan pimpinan perusahaan dalam hal ini, PT. Cipta Ripta Persada Konsultan, memaparkan hasil laporan pertama kajian pendahluan dilapangan.

Seluruh OPD dan Camat sengaja dikumpulkan dalam rapat yang digelar Senin (2/12/2019), dengan harapan bisa memberikan masukan terkait dengan perencanaan pembangunan.

“RTRW sangat penting dalam melaksanakan pembangunan, misalnya fisik atau perencanaan pembangunan kawasan, kawasan industri disebelah mana, kawasan perkebunan pertanian diarahkan dimana, dan kawasan perkotaan dimana,” ungkapnya.

“RTRW juga sangat terkait dengan perizinan, sebelum ada RTRW tidak boleh dikeluarkan perizinan, nantinya akan meragukan bagi yang minta izin,” ujar Bupati.

Bahkan, bisa saja terjadi pelanggaran dalam penerbitan izin,  karena permohonan izin yang diajukan tidak sesuai peruntukan kawasan.

“Oleh sebab itu, RTRW sangat menentukan untuk melaksanakan suatu investasi atau pembangunan,” tambahnya. (Saprin/Adv)