Ribuan Pelayat Iringi Alm. KH Ghofir Nawawi Menuju Peristirahatan Terakhir

Ribuan Pelayat Iringi Alm. KH Ghofir Nawawi Menuju Peristirahatan Terakhir

21/05/2019 14:06 0 By Yadin

Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga (kaca mata), nampak ikut menyolatkan jenazah Alm. KH Ghofir Nawawi yang dikebumikan, Selasa (21/5/2019). Foto : razak

Hulondalo.id – Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah. Dari sebuah rumah, terdengar untaian doa dipanjatkan untuk meringankan perjalanan seorang Kyai menuju tempat peristirahatan terakhir. Sungguh sebuah kehilangan besar..

Lantunan ayat suci Alquran begitu lirih terdengar, menyiratkan kesedihan. Tak ada rasa lelah ataupun kantuk, para santri bergantian membaca Alquran menghantarkan jasad sang Ulama hingga ke liang lahat.

Selasa (21/5/2019) pagi, ratusan bahkan ribuan  pelayat yang berasal dari berbagai penjuru wilayah, terlihat sudah memadati kawasan pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah.

Mereka datang untuk ikut memberikan penghormatan terakhir, atas kepergian Kyai Haji Ghofir Nawawi, seorang ulama pendiri dan juga pimpinan Ponpes Salafiyah Syafiiyah yang terletak di Kecamatan Randangan, Pohuwato.

Pemakaman pendiri ponpes Salafiyah Syafii’yah Alm. KH Ghofir Nawawi. Foto : razak

Tak hanya dari kalangan umum, pihak keluarga dari wilayah Jawa pun terlihat ikut hadir. Almarhum KH. Abdul Ghofir Nawawi, meninggal dunia pukul 13.15 WITA Senin (20/5/2019). Sejumlah pejabat tinggi, seperti Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga, Ketua DPRD Nasir Giasi bahkan Kapolres Pohuwato pun terlihat berada di tengah tengah pelayat.

Isak tangis pecah, saat adik almarhum yakni KH Ghofur Nawawi menyampaikan kenangan hidup serta perjuangan bersama almarhum merintis Ponpes, yang kini jadi ikon kerukunan umat beragama, di wilayah yang konon adalah miniatur Indonesia.

Ribuan pelayat ikut mengiringi almarhum menuju Masjid Ponpes untuk disholatkan. Foto : yadhin

Setelah disholatkan di Masjid Ponpes, tepat pukul 10.00 Wita, Almarhum KH Ghofir Nawawi kemudian diantar oleh ribuan pelayat dan dimakamkan disamping makam sang istri yang telah berpulang lebih dulu. (**)