Ritual di Sumber Golek, Munajat Warga Karangsono Agar Panen Tahunan Melimpah

Ritual di Sumber Golek, Munajat Warga Karangsono Agar Panen Tahunan Melimpah

19/12/2020 14:14 0 By Maman

Upacara Adat Sumber Golek Karangsono

Upacara adat digelar warga Desa Karangsono Kabupaten Blitar. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Upacara adat digelar warga Desa Karangsono Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Upacara yang dikenal dengan nama, Sumber Golek ini, bentuk syukur warga kepada Tuhan. Tradisi peninggalan nenek moyang ini, tidak pernah luntur ditengah perkembangan peradaban jaman modern.

Upacara adat yang digelar di kedung Sumber Golek atau Dam Dawuhan ini, agar Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan rejeki panen yang melimpah, serta kesehatan dan keselamatan bagi warga Desa Karangsono.

Kepala Desa Karangsono, Tugas Nanggolo Yudho Dili Prasetiyono mengatakan, Sumber Golek merupakan mata air yang hingga kini dinikmati masyarakat Desa Karangsono dan sekitarnya. Mata air ini pengorbanan Kepala Desa Tlogo dimasa lampau, yang disebut Mbah Palang.

“Cerita yang melegenda Mbah Palang ini bersumpah, bila berhasil membangun bendungan atau dam dan tidak jebol, maka Mbah Palang rela jadi tumbalnya,” kata Bagas, panggilan akrabnya.

Setelah dam selesai dibangun dan tidak jebol, Mbah Palang hilang begitu saja bersama kereta kuda yang dikendarainya, saat ada dilokasi bangunan. Hilangnya Mbah Palang bersama dengan kereta kuda, sontak membuat masyarakat Desa Karangsono geger. Kabar hilangnya Mbah Palang kata Bagas, sebuah misteri yang sulit dipercaya, namun itu benar nyata.

“Antara percaya dan tidak, janji Mbah Palang terbukti, dan sampai sekarang Bendungan Dawuhan atau Sumber Golek tidak jebol, dan tetap berfungsi dengan baik, upacara adat ini wujud penghormatan kepada leluhur,” tuturnya, Sabtu (19/12/2020).

Dam Dawuhan atau Sumber Golek kata Bagas lagi, dulu sebuah kedung sumber mata air yang terletak dibatas desa antara Karangsono dengan Desa Tlogo, Kedung dikedalaman tanah 20 meter. Sumber air ini tak dapat dimanfaatkan untuk pengairan, beberapa kali warga berupaya membuat bendung, selalu gagal dan jebol tak bisa menampung air.

Karenanya, Mbah Palang dianggap sebagai pahlawan bagi warga. Pengorbanannya, kini mampu mengairi sawah seluas 153 hektar. Bahkan hingga di Dusun Glondong Kelurahan Satreyan Kanigoro.

Penuturan para pinisepuh kata Bagas, dimalam tertentu, Mbah palang sering menampakan diri dengan suara lonceng andong bergemerincing, diiringi suara bengih kudanya. Kesaktian Mbah Palang, bangunan tersebut masih awet dan tidak jebol. (Anang)