Roni Imran: Pelabuhan Anggrek Gerbang Ekonomi Gorontalo

Roni Imran: Pelabuhan Anggrek Gerbang Ekonomi Gorontalo

30/06/2021 15:58 0 By Maman

Roni Imran

Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Roni Imran.

Hulondalo.id – Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Roni Imran mengatakan, pengembangan Pelabuhan Anggrek, sangat tepat karena positioningnya. Pelabuhan tersebut berhadapan dengan negara luar.

Roni juga mengatakan Gorontalo memiliki dua pelabuhan, Pelabuhan Kota Gorontalo dan Pelabuhan Anggrek. Namun, kedua pelabuhan tersebut belum memenuhi syarat seperti pelabuhan Bitung, Maluku dan Makassar.

“Ini dibangun untuk menjadi gerbang ekonomi Provinsi Gorontalo, bukan saja Gorontalo Utara, karena dia menjadi pelabuhan transit dari kargo muatan, apakah itu didalam negeri Indonesia timur, maupun dari luar negeri,” ungkap Haji Roni Sapaan Akrabnya, Selasa (29/6/2021).

Haji Roni juga menjelaskan, pengembangan pembangunan pelabuhan tersebut menggunakan sistem Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dana investasinya adalah swasta, bukan uang negara.

“Itu harus dikembangkan, karena kalau tidak pembangunan juga bisa terhambat, karena kita lebih fokus ke covid, kalau menggunakan uang negara, tetapi itu menggunakan uang swasta sebesar Rp. 1,4 Triliun, pemenangnya sudah ada, sehingga Pak Menteri lihat langsung,” jelasnya.

Pelabuhan itu lanjut Haji Roni lagi, memiliki multiplayer effect, untuk pertumbuhan ekonomi khusus di Gorontalo Utara bahkan Provinsi Gorontalo. Apalagi pelabuhan ini akan melayani kontainer yang dulunya masuk di kota Gorontalo, pindah kesini.

Sehingga, pelabuhan Anggrek ini kata Roni, bukan saja melayani Gorontalo, tetapi bisa juga jalurnya ke Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah, bahkan pelabuhan ke Kalimantan, Palu, Maluku Utara dan Papua.

“Harapan saya kepada masyarakat, agar mendukung ini, karena pelabuhan akan dibangun juga untuk kawasan ekonomi khusus di Anggrek, dan menurut Pak Rahmat Gobel, dalam bisnis plannya dia, itu bisa merekrut tenaga kerja kurang lebih 200 ribu,” tukasnya.

“Kita harus siap, bayangkan kemiskinan Gorontalo itukan hanya 16 persen, artinya dari jumlah penduduk yang 1.3 juta, itukan tidak cukup 200 ribu, kalau ini bisa dipekerjakan disini, saya kira kemiskinan akan lebih turun. Di mana-mana pelabuhan akan dibangun, daerah mana pelabuhan akan dibangun maka ekonominya akan meningkat,” tambahnya.

Dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap pengembangan pelabuhan tersebut sangat dibutuhkan dengan sistem kerjasama KPBU. (Prin/Adv)