RPJMN 2020-2024, Duit untuk Wilayah Sulawesi Dipatok Rp 24.214,5 Triliun

RPJMN 2020-2024, Duit untuk Wilayah Sulawesi Dipatok Rp 24.214,5 Triliun

05/08/2019 22:36 0 By Alex

Kegiatan penyusunan RPJMN 2020-2024 diikuti oleh seluruh perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten/kota se wilayah Sulawesi yang digelar di Manado, Senin (5/8/2019)

Hulondalo.id – Kebutuhan pendanaan untuk pembangunan di wilayah Sulawesi akan diberikan pemerintah pusat sebesar Rp 24.214,5 Triliun dalam dalam rumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang digelar di di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Senin (5/8/2019).

Namun itu tidak gratis. Ya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi sebesar 6,98% pada 2020 dan 7,35% pada 2024.

“Pertumbuhan ekonomi pulau Sulawesi rata-rata berada di atas pertumbuhan Nasional. Kita akan terus mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut,” ujar Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Arifin Rudiyanto di Manado.

Sebelumnya, konsultasi regional pulau Sulawesi untuk penyusunan rancangan awal RPJMN 2020-2024 dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw yang dihadiri Sekretaris Utama Kementerian PPN/Bappenas Gellwynn Jusuf, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Wagub Sulawesi Selatan, Wagub Sulawesi Barat, bupati dan walikota, serta Kepala Bappeda Provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi.

Dikatakan Arifin, isu strategis pembangunan wilayah pulau Sulawesi pada RPJMN 2020-2024 di antaranya yaitu pengembangan industri berbasis sumber daya alam, konektivitas antar wilayah, produktivitas tanaman pangan, mitigasi dan adaptasi bencana yang komprehensif, infrastruktur dan layanan dasar masyarakat, serta kemiskinan dan pengangguran.

Sementara itu, Inspektur Utama Kementerian PPN/Bappenas Wismana Adi Suryabrata mengatakan, kebutuhan pendanaan pada RPJMN 2020-2024 mencapai Rp 24.214,5 Triliun. Dana tersebut akan dialokasikan untuk 7 agenda pembangunan yaitu perkuatan ketahanan ekonomi, pengembangan wilayah, peningkatan kualitas SDM, kebudayaan dan karakter bangsa, perkuatan infrastruktur, lingkungan hidup dan ketahanan bencana, serta stabilitas politik, hukum, pertahanan keamanan dan transformasi pelayanan publik.

“Untuk pendanaan RPJMN 2020-2024, kita menetapkan 3 strategi, yaitu memperkuat kualitas alokasi pada prioritas, memperbesar kapasitas pendanaan, serta memperkuat delivey mecanism,” kata Wismana.

Untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) yang selama ini ada tiga jenis, yakni reguler, penugasan, dan afirmasi, pada RPJMN 2020-2024 hanya digolongkan menjadi dua jenis yaitu reguler dan penugasan. DAK reguler bisa digunakan untuk mendukung pelayanan publik yang mendasar, bersifat bottom up, serta tetap dalam 5 tahun. Sedangkan DAK penugasan bersifat top down untuk menganani isu-isu tematik Nasional.(usman)