Rusli: Kalau Betul-betul Kita Ingin Bebas Banjir, Insya Allah Waduk Bone Ulu Harus Jadi

Rusli: Kalau Betul-betul Kita Ingin Bebas Banjir, Insya Allah Waduk Bone Ulu Harus Jadi

04/08/2020 20:35 0 By Alex

Gubernur Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat meninjau pembangunan tanggul darurat di Kelurahan Bugis, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Selasa (4/8/2020). (F. Salman/Humas)

Hulondalo.id – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kembali menyebut pentingnya pembangunan waduk Bone Ulu untuk menanggulangi banjir di wilayah Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango.

Apalagi, menurutnya, pembangunan waduk Bone Ulu sudah mendapat lampu hijau dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) RI, Suharso Monoarfa.

“Pembangunan tanggul dan normalisasi sungai ini anggarannya cukup besar. APBD Provinsi atau pun Kota tidak akan cukup sehingga kami akan berjuang di pusat. Alhamdulillah, Menteri PPN/Bappenas Pak Suharso sangat mendukung,” ucap Gubernur Rusli Habibie saat peninjauan tanggul darurat di Kelurahan Bugis, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Selasa (4/8/2020).

Dikatakan Gubernur Rusli Habibie, waduk Bone Ulu sejatinya sempat diusulkan menjadi Program Strategis Nasional (PSN) bersama waduk Bulango Ulu. Namun belakangan, waduk Bone Ulu sempat mendapat penolakan dari pemerintah dan warga Bone Bolango sehingga dicoret dari PSN.

“Sekarang waduk Bulango Ulu sudah pembebasan lahan dan anggaran pembangunannya Rp 2,2 Triliun, sudah disetujui bapak Presiden. Dan kalau betul-betul kita ingin bebas dari banjir, Insya Allah waduk Bone Ulu harus jadi,” kata Rusli.

Olehnya, sekali lagi Gubernur Gorontalo memohon doa dan dukungan masyarakat agar rencana dan lobi anggaran untuk waduk Bone Ulu bisa terealisasi. Pasalnya, segala upaya yang dilakukannya semata-mata untuk membebaskan warga dari banjir sebelum masa jabatannya berakhir tahun 2022 nanti.

Sebelumnya, saat peninjauan pembangunan tanggul darurat di Kelurahan Bugis, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo untuk menambal tanggul yang jebol akibat luapan sungai Bone.

Pembangunan tanggul darurat yang bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II Gorontalo dan Pemerintah Kota Gorontalo itu dengan memanfaatkan swadaya dari masyarakat setempat dan dibantu aparat TNI.(adv/alex)