Rusli Sengaja Pasang ‘Libero’ Tiap Bakti Sosial NKRI Peduli, Siapa Dia?

Rusli Sengaja Pasang ‘Libero’ Tiap Bakti Sosial NKRI Peduli, Siapa Dia?

06/04/2019 00:38 0 By Alex

sampah

Sejumlah petugas DLHK Provinsi Gorontalo saat membersihkan sampah-sampah saat usai pelaksanaan Bakti Sosial NKRI Peduli di Desa Deme I, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (5/4/2019).

Hulondalo.id – Dari pelaksanaan kegiatan Bakti Sosial NKRI Peduli, mungkin ada peran yang tidak terlalu diperdulikan banyak orang. Bahkan bisa dikata, mereka menjadi “penjaga gawang” setiap kegiatan yang dipimpin Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim tersebut.

Mereka salah satunya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo. Ya, mereka menjadi “pertahanan” terakhir ketika kegiatan Bakti Sosial NKRI Peduli, utamanya terkait persoalan sampah.

Seperti yang terlihat pada kegiatan Bakti Sosial NKRI Peduli di Desa Deme I, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Jumat (5//4/2019).

“Pak Gubernur minta setiap selesai kegiatan, lokasi harus kembali bersih. Kita tidak mungkin mengandalkan masyarakat, karena kita tahu kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan memang masih cukup rendah. Jadi mau tidak mau kami harus turun,” terang Kepala DLHK Provinsi Gorontalo, Bambang Trihandoko.

Sebelumnya, saat Gubernur Rusli Habibie bersama rombongan turun dari panggung, warga mulai sibuk berburu sembako di pasar murah. Maklum, komoditas yang ditawarkan rata-rata harganya miring, hanya Rp 5.000,- saja. Karena sibuk berburu sembako, warga mulai meninggalkan sisa-sisa sampah, baik itu kemasan makanan ringan, air mineral hingga kantong plastik.

Melihat kondisi itu, sedikitnya 10 orang dari DLHK langsung menyebar di lokasi yang dipadati oleh sekitar 2.000 orang itu. Masing-masing, mereka membawa kantong besar untuk menjaring sampah warga. Dan seperti biasa, setelah sampah-sampah terkumpul, kantong-kantong itu langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Air (TPA) Sampah yang berada dekat dengan lokasi kegiatan. Tapi jika lokasinya jauh, biasanya langsung dibakar.

“Jadi setiap kegiatan (Bakti Sosial NKRI Peduli), ada 10 sampai 20 orang kita yang ditugaskan untuk mengangkut sampah. Mereka masing-masing membawa sapu lidi dan kantong sampah,” tambah Bambang.

sampah

Sejumlah sampah yang terdiri dari kemasan air mineral, dus makanan, botol plastik dan masih banyak lagi dikumpulkan petugas DLHK Provinsi Gorontalo usai kegiatan Bakti Sosial NKRI Peduli di Desa Deme I, Sumalata, Gorut.

Dan biasanya, setiap kali kegiatan Bakti Sosial NKRI Peduli selesai, rata-rata petugas DLHK mengumpulkan sedikitnya 20 kantong sampah yang terdiri dari botol plastik, kemasan air mineral, dus makanan, tisu bekas, minuman kaleng dan masih banyak lagi.

Jadi benar saja, petugas DLHK ini patut diberikan apresiasi. Mereka adalah “Libero” atau pemain bertahan setiap pelaksanaan Bakti Sosial NKRI Peduli yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat Gorontalo ini. Pun dalam sebuah pertandingan, tanpa ada Libero, permainan pasti kalah telak.(usman)