Salurkan Program Beasiswa dari UT, Pemkab Gorontalo Malah Dituding Diskriminasi

Salurkan Program Beasiswa dari UT, Pemkab Gorontalo Malah Dituding Diskriminasi

13/07/2020 22:50 0 By admin

Hulondalo.id – Langkah Universitas Terbuka (UT) yang membangun kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, dalam penyaluran program beasiswa kartu indonesia pintar (KIP) Kuliah, menuai polemik. Bahkan, pemerintah daerah dituding diskriminatif karena mereka menganggap sudah mengarahkan calon mahasiswa baru hanya ke Universitas Terbuka.

Ceritanya, pada 2 Juli 2020, Direktur UT Gorontalo M. Husni Arifin ketemu dengan dengan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo. Banyak hal dibahas, termasuk untuk pemberian beasiswa KIP Kuliah untuk 25 orang, yang penyalurannya lewat Pemkab Gorontalo.

Ini ditindak lanjuti dengan edaran ke pemerintah kecamatan, untuk mencarikan penerima KIP Kuliah itu. Edaran itulah yang kemudian memicu aksi berujung aksi mahasiswa Universitas Gorontalo, IAIN dan HMI Cabang Kabupaten Gorontalo, di depan Kantor Bupati Gorontalo, Senin (13/7/2020).

Menjawab tudingan massa aksi, Bupati Nelson Pomalingo meminta massa aksi agar mengusai benar informasi dan duduk persoalan sebenarnya. Dirinya pun membantah tudingan diskriminasi.

“Saya ini mantan rektor, jadi ada namanya bidik misi program pusat. Tetapi ada permintaan dari UT kepada bupati gorontalo, kita 25 orang rakyat gorontalo, kita salurkan ke kecamatan. kami hanya memediasi, bukan mengklaim bahwa itu dana bupati atau pemerintah daerah. Kami hanya diminta bantuan oleh UT,” ungkap Nelson.

Justru kata Nelson, UT mau bekerjasama dengan pemerintah menyalurkan beasiswa. Perguruan tinggi lain, melakukannya sendiri. Nanti setelah ini kata Nelson, pemerintah daerah akan menyurat ke seluruh perguruan tinggi, terkait penyaluran beasiswa itu.

“tapi ini tergantung insiatif perguruan tinggi. Saya ingatkan perguruan tinggi itu tergantung pimpinannya, mau maju atau tidak. Nah ini yang perlu anda dorong,” pungkas Nelson ke massa aksi. (zhk)