Sederet Manfaat dari Green Investment Meeting 2017

Sederet Manfaat dari Green Investment Meeting 2017

24/06/2019 02:25 0 By Maman

Kepala Dinas PTSP Kabupaten Gorontalo Ibrahim Jantu

Hulondalo.id- Sederet manfaat dirasakan dari pelaksanaan Green Investment Meeting yang dilaksanakan Pemkab Gorontalo April 2017 di Pentadio Resort.

Selain menghadirkan beberapa pembicara tingkat nasional, moment itu juga dihadiri investor asing. Tahun 2017, total investasi yang masuk mencapai Rp. 1,64 triliun. Tahun sebelumnya, 2015, hanya Rp. 150 miliar.

Ditahun 2018, investasi yang masuk Rp. 1,8 triliun. Sebagai informasi, triwulan pertama tahun 2019, tercatat sebesar Rp. 500 miliar.

Kepala Dinas PTSP Kabupaten Gorontalo Ibrahim Jantu juga mengatakan, pemerintah daerah sementara mendorong investor besar untuk melakukan kegiatan di daerah ini. Antara lain perusahaan listrik tenaga surya yang ramah lingkungan, PT. Quantum Solar Gorontalo.

“Juga PT. Charoen Pokphan Indonesia, perusahaan yang akan membangun pabrik pakan ternak, serta perusahaan lain baik PMA maupun PMDN yang berwawasan lingkungan,” kata Ibrahim.

Ditahun 2019 ini juga kata dia, secara intens Bupati Prof. Nelson Pomalingo melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang berkompeten dengan investor luar. Sehingga beberapa investasi (PMA) saat ini telah masuk dan dalam proses kerjasama.

Antara lain, PT. Unilever (Perancis) untuk pengembangan kelapa genja dan gula aren. Kemudian, Tianjin Electric (M) SDN. BHD. (Malaysia), pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

“PT. Yeshu (Tiongkok), investasi untuk pembangunan Pabrik Juice Kelapa dan, PT. Tokyo Food Corporation & Konematsu Corporation (Jepang), berupa pengembangan perkebunan dan mitigasi bencana dan tsunami,” ungkap Ibrahim.

“Ini kami sampaikan, sebagai laporan kami atas progres yang pemerintah daerah lakukan selama ini,” ujar Ibrahim.

Sementara itu, Green Investment (investasi hijau) adalah kegiatan investasi yang menerapkan konsep reduce, reuse, recycle and recovery, menggunakan teknologi ramah lingkungan serta mempekerjakan sumber daya manusia yang berkopetensi tinggi, efisien dan berbawawasan lingkungan.

Dari segi input, industri hijau menggunakan material ramah lingkungan dan energy alternative. Dan outputnya, industri hijau menghasilkan produk bersahabat dengan alam, serta mampu menekan jumlah emisi karbon dan sampah.

Pasca Green Investment Meeting pada tahun 2017 tersebut, Kabupaten Gorontalo menjadi perhatian nasional bahkan internasional, dalam penerapan investasi berwawasan lingkungan.

Dalam beberapa kesempatan, Bupati Nelson kata Ibrahim, diundang sebagai narasumber pada pertemuan di Maroko, Polandia, Jepang serta daerah-daerah lainnya di Indonesia. (ika)