Selain Razia Masker, Sekretaris PDIP Tulungagung Tawarkan Konsep Tangani Covid-19

Selain Razia Masker, Sekretaris PDIP Tulungagung Tawarkan Konsep Tangani Covid-19

30/09/2020 18:15 0 By Maman

Sekretaris DPC PDIP Tulungagung, Sodik Purnomo.

Hulondalo.id – Sekretaris DPC PDIP Tulungagung, Sodik Purnomo menawarkan konsep baru dalam penanganan dan meminimalisir penyebaran Covid-19 di Tulungagung. Selama ini dia menilai, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tulungagung, kurang fokus dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Sebab kata Sodik, tidak ada sistem yang terukur dari Kabupaten ke Kecamatan hingga Desa. Selama ini kata dia, terobosan yang dilakukan kurang signifikan. Padahal pandemi menurutnya, harus disikapi dengan metode yang efektif serta tindakan konkrit yang optimal.

“Selain razia masker bagi pengguna jalan, penting dilakukan pemetaan terhadap tempat-tempat yang menjadi titik kumpul masyarakat,” kata Sodik di kantornya, Selasa (30/09/2020).

Warga yang beraktivitas kata dia, pasti akan menuju ke suatu tempat, misalnya, toko, warung, terminal, kantor, dan lain-lain. Sehingganya, penting Satgas Covid 19 Tulungagung harus memastikan tempat-tempat yang dimaksud tersebut, sudah menjalankan prokes dengan baik.

“Disertai dengan pengawasan secara serius oleh petugas, nantinya akan ada sertifikasi yang memuat bahwa tempat itu sudah memenuhi standar prokes sehingga, diberikan sertifikat layak operasi, kemudian dievaluasi setiap bulan, agar lebih terukur dengan baik, disamping razia masker yang juga masih sangat diperlukan secara massif,” tegas Sodik.

Menurutnya, ini memang tugas berat. Tapi ia yakin, jika semua serius sesuai dengan posisi masing-masing, maka semuanya bisa berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Tulungagung, Galih Nusantoro saat dikonfirmasi melalui Whatsapp, Rabu (30/09/2020) mengaku belum mendengar kritikan itu secara resmi. Menurutnya, kinerja Gugus Tugas Covid-19 selama ini, mendapat apresiasi.

Galih juga mengatakan, pihaknya terbuka dengan adanya kritik dan saran, yang sifatnya membangun demi kebaikan bersama.

“Monggo, semua bisa menyampaikan kritik dan saran untuk kebaikan, yang penting transparan dan konstruktif,” pungkasnya. (Sururi)