Selang Januari-Agustus 2020, Ditaksir Harga SBW Keluar dari Gorontalo Rp41,5 M

Selang Januari-Agustus 2020, Ditaksir Harga SBW Keluar dari Gorontalo Rp41,5 M

03/10/2020 21:31 0 By Yadin

Sarang burung walet.

Hulondalo.id – Tiga tahun terakhir, sertifikasi lalu lintas pengeluaran domestik Sarang Burung Walet (SBW) dari Karantina Pertanian Gorontalo terus meningkat.

Bahkan di tengah pandemi Covid-19, dari data sistem informasi perkarantinaan, IQFAST selang periode Januari hingga Agustus 2020, total volume SBW yang telah disertifikasi melalui Karantina Pertanian Gorontalo mencapai 4,1 Ton. Sebelumnya, di tahun 2019 total 3,9 Ton dan di tahun 2018 total 2,2 Ton.

“Jumlah permintaan pemeriksaan karantina untuk sertifikasi pengiriman SBW dari Gorontalo ke beberapa daerah terus meningkat. Kami memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha SBW yang terus meningkatkan produksinya sehingga bukan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Gorontalo akan tetapi dapat dikirim sebagai bahan baku ekspor,” ujar Plt. Kepala Karantina Pertanian Gorontalo, Donni Musydayan Saragih melalui keterangan tertulisnya, dikutip dari halaman facebook Badan Karantina Pertanian.

Kata Donni, mayoritas SBW Gorontalo dikirim ke Surabaya, Pekanbaru, Semarang dan Jakarta.

“Ada indikasi SBW ini akan diolah lebih lanjut pada rumah produksi di sana untuk selanjutnya dijadikan sebagai bahan baku ekspor,” terangnya.

Ketua Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN) Provinsi Gorontalo, Yanto Turede mengatakan, rata-rata rumah walet di Gorontalo dapat memproduksi 2 Kilogram setiap bulannya.

“Ada 675 rumah wet di Gorontalo artinya setiap bulannya ada sekitar 1.350 Kilogram produksi sarang burung walet asal Gorontalo,” ungkap Yanto seraya menambahkan, bahkan ada rumah walet di Gorontalo yang mampu memproduksi hingga 60 Kilogram perbulan.

Diketahui, berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan petugas karantina produk sarang burung walet yang dilalulintaskan di Gorontalo didominasi bentuk mangkok dan patahan. Untuk grade mangkok dihargai senilai Rp10 Juta hingga Rp14 Juta perkilogram sedangkan patahan dihargai Rp8 Juta hingga Rp10 Juta perkilogram.

Dengan begitu, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo mencatat potensi nilai komoditi sarang burung walet yang keluar dari Gorontalo pada tahun 2020 sampai dengan bulan Agustus sebanyak Rp 41.556.900.000. (yadin)