Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke 75, Wagub Gorontalo Buka Festival Bele Uto

Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke 75, Wagub Gorontalo Buka Festival Bele Uto

24/08/2020 14:27 0 By Alex

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat membuka Festival Bele Uto di aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Senin (24/8/2020). (F. Haris/Humas)

Hulondalo.id – Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-75 Republik Indonesia, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi menggelar Festival Lagu Perjuangan dan Daerah serta Festival Bele Uto, Senin (24/8/2020).

Bele Uto merupakan budaya daerah Gorontalo berupa kain sarung yang digunakan untuk menutupi wajah dan badan. Pemerintah Provinsi Gorontalo menggalakkan penggunaan bele uto sebagai salah satu kearifan lokal yang dinilai relevan dalam melindungi diri dari penularan virus Covid-19.

“Untuk pertama kalinya bele uto ini difestivalkan dengan tujuan menyosialisasikan penggunaannya kepada masyarakat karena relevan dalam mencegah penularan virus Corona,” kata Wakil Gubernur Idris Rahim saat membuka festival yang digelar di aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo tersebut.

Festival Bele Uto, kata Idris, juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap budaya dan tradisi daerah.

Harapannya, melalui festival ini masyarakat khususnya generasi muda mampu mengenal, memahami, dan selanjutnya mengimplementasikan ragam budaya daerah dalam kehidupan sehari-hari.

“Daerah kita kaya akan budaya dan adat istiadat. Budaya ini semakin tergerus oleh kemajuan dan teknologi sehingga sebagian besar generasi muda saat ini sudah tidak mengetahui lagi. Ini menjadi tantangan kita untuk menciptakan generasi yang mengenal dan mencintai budayanya,” kata Idris.

Terpisah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto menjelaskan, BI memiliki program sosial yang secara konsisten dilakukan secara terukur dan terencana.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena tujuan program sosial BI salah satunya adalah meningkatkan pelestarian budaya daerah. Apalagi budaya bele uto ini relevan dengan penanganan Covid-19,” kata Budi.(adv/alex)