Seminar Koleksi Museum Penataran, Berkenalan dengan Durga Mahisasuramardini

Seminar Koleksi Museum Penataran, Berkenalan dengan Durga Mahisasuramardini

19/11/2020 18:58 0 By Maman

Seminar Budpora Kota Blitar

Dinas Budpora Kabupaten Blitar menggelar Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Penataran. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Siapa itu Durga Mahisasuramardini? Dia adalah seorang Dewi Mitologi dalam masyarakat Hindu, yang populer baik di India hingga di Nusantara khususnya di pulau Jawa-Bali.

Mitologi Durga sebagai pembinasa (Asura), terdapat dalam kitab Markandeya Purana yang berasal dari abad ke VI M. Durga dalam agama Hindu aliran Siwa dimasukkan dalam kelompok dewi, sebagai sakti’ dari Dewa Siwa yang berwujud Krodha.

Pemujaan Dewi Durga dilakukan untuk mendapatkan perlindungan. Berkaitan dengan arti Durga sendiri, memiliki makna, benteng pertahanan. Hal ini dikupas tuntas dalam seminar yang diadakan Dinas Budpora Kabupaten Blitar, di Gedung Bhakti Budaya kompleks Kantor Disbudpora kabupaten Kabupaten Blitar, Kamis (19/11/2020).

Momen ini untuk mempelajari tentang arca-arca yang ada di koleksi museum Candi Penataran, agar generasi muda saat ini tahu apa dan makna dari sebuah arca itu dibuat pada zamannya. Semua bertujuan untuk menggambarkan kecintaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Acara ini dihadiri Pamong Budaya Museum Mpu Tantular, M. Saiful A.R, Pengkaji Cagar Budaya BPCB Jatim, Nonuk Kristiana serta, Ketua Kojakun Sutasoma Arkeolog, Aang Nugroho Pambudi.

200 peserta dari pemerhati kebudayaan dan mahasiswa di Blitar hadir, dibagi dalam 2 sesi dengan pembatasan peserta, selama 2 hari dan tetap dengan memperhatikan serta melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Nonuk mengatakan, Arca Durga temuan Jawa, digambarkan dalam bentuk wanita berwajah cantik berdiri diatas punggung kerbau yang berbaring ke arah kanan atau kiri.

“Kemudian, terdapat tokoh penyerta yakni Asura dalam posisi duduk atau berdiri diatas kerbau, dengan variasi mulai dari yang memiliki 2 tangan hingga 10 tangan,” kata Nonuk.

Arca Durga Mahisasuramardini juga merupakan koleksi museum Penataran, umumnya bergaya Jawa Timur. Ciri-cirinya ialah tokoh yang digambarkan dalam bentuk wanita cantik bertubuh gempal.

“Berdasarkan gaya pengerjaan umumnya kata Nonuk, arca Durga Mahisasuramardini koleksi museum Penataran berasal dari abad ke-12 masehi sampai dengan abad ke-13, kecuali satu arca yang mempunyai gaya Majapahit terakhir yakni, Arca dengan nomer inventaris 26/MSM/95,” ungkapnya.

Kadis Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Suhendro Winarso melalui Kabag Bidang Kebudayaan Hartono juga mengatakan, mengenalkan budaya nenek moyang yang memiliki nilai-nilai luhur penting dilaukan.

“Banyaknya peserta yang ikut, memberikan secercah harapan bagi kami untuk terus memberikan edukasi kepada generasi muda menggali dan mengenalkan peninggalan sejarah Nusantara,” ujar Hartono.

Dia berharap, generasi muda tahu dan mengambil inspirasi dari nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran nenek moyang, sehingga dapat melestarikan dan menjaga nilai-nilai tersebut. (Anang/Kmf/Adv)