Sengketa Tapal Batas Buol-Gorut, Gubernur Tempuh Jalur Diplomasi

Sengketa Tapal Batas Buol-Gorut, Gubernur Tempuh Jalur Diplomasi

16/10/2019 14:24 0 By Alex

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama dengan unsur Forkopimda usai melakukan rapat tertutup penyelesaian sengketa tapal batas di Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (16/10/2019). (F. Salman/Humas).

Hulondalo.id – Persoalan tapal batas antara Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Provinsi Gorontalo, mendapatkan perhatian serius dari Gubernur Rusli Habibie.

Ya, untuk membahas sengketa tapal batas tersebut, Gubernur Rusli Habibie pun mengundang sejumlah pemangku kepentingan untuk mengadakan rapat tertutup yang diselenggarakan di rumah dinas Gubernur, Rabu (16/10/2019).

Hadir pada rapat tersebut, Wakil Gubernur Idris Rahim, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Rachmad Fudail, Danrem 133/Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Paris A Jusuf, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Daeng Rosada dan Bupati Gorut Indra Yasin.

Juru bicara Gubernur, Noval Abdussamad kepada sejumlah media mengatakan, Gubernur Gorontalo akan memilih penyelesaian sengketa tapal batas Buol-Gorut melalui jalur diplomasi. Bahkan, pihaknya sudah beberapa kali menghubungi Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan ikut menjamin hal-hal yang tidak diinginkan antara kedua daerah.

“Pada tanggal 22-23 Oktober setelah pelantikan Presiden, akan ada pertemuan di Kementrian Dalam Negeri untuk membahas persoalan ini,” kata Noval.

Gubernur Rusli Habibie pun meminta kepada semua pihak, khususnya warga di perbatasan untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi yang dapat merugikan. Blokir akses jalan dan anarkisme, lanjut Noval, bukan solusi untuk menyelesaikan masalah.

“Pak Gubernur mengimbau kepada Bupati dan Wakil Bupati Gorut menyampaikan masyarakatnya untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar. Percayakan kepada pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.(adv/alex)