Sensasi Terbang dengan Paralayang di Bukit Kayu Bulan Gorontalo

Sensasi Terbang dengan Paralayang di Bukit Kayu Bulan Gorontalo

05/10/2020 12:53 0 By Syakir

Terbang dengan paralayan dari Bukit Kayu Bulan, Desa Kayu Bulan, Batudaa Pantai.

Hulondalo.id – Sejak 6 bulan terakhir, salah satu bukit di Kabupaten Gorontalo, tepatnya Bukit Kayu Bulan mulai digandrungi para atlet paralayang. Ketinggian bukit hingga kecepatan angin di tempat itu, dianggap sangat layak untuk aktivitas yang memacu adrenalin tersebut.

Bukit Kayu Bulan sendiri, terletak di Desa Kayu Bulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. Jaraknya dengan Kota Gorontalo kurang lebih 17 kilo meter, atau sekitar satu jam perjalanan jika menggunakan mobil.

“luar biasa… pertama kali saya datang kesini, melihat viewnya saja sudah luar biasa, dengan pemandangan teluk dan laut. Juga ketinggian dari tempat ini, sangat memenuhi syarat untuk aktivitas paralayang. Mau sport, sport tourism juga bisa,” ujar Sthenly Tompoh, Atlit Paralayang asal Sulawesi Utara.

Bersiap take off

Sthenly yakin, lokasi Bukit Kayu Bulan sangat menjanjikan, bukan hanya dari sisi olahraganya tapi juga dari pariwisata, khususnya pariwisata paralayang. Dengan tinggi dan kecepatan angin yang bagus, aktivitas paralayang di Bukit Kayu Bulan, bisa dilakukan di segala musim.

Kendati demikian, karena belum digarap dengan baik, akses menuju Bukit Kayu Bulan terbilang cukup sulit. Untuk menuju spot take off di puncak bukit, harus menempuh waktu 10 menit berjalan kaki, karena tidak tersedia akses untuk kendaraan.

Pemandangan teluk dan laut, membuat sensasi terbang lebih menarik.

Seperti disampaikan Septian Lamadlaw. Atlet paralayang Gorontalo ini mengaku sudah 6 bulan terakhir menjalani aktivitas paralayang di spot Bukit Kayu Bulan, bersama rekan rekannya.

“tempat dimana kita mengangkut peralatan hingga ke point take off… disini kendalanya akses jalan, kita melintasi hutan2 kecil dan hanya jalan setapak… mudah mudahan ada perhatian dari pemerintah untuk bisa membuat jalan tersebut,” ungkap pria yang seharinya berprofesi sebagai anggota polisi itu.

Baik Sthenly maupun Septian, sama sama berharap spot paralayang di Kayu Bulan, bisa peroleh perhatian dari pemerintah khususnya soal akses jalan. Karena lokasi itu kedepan, akan menjadi potensi pariwisata yang menjanjikan. (zhk)