Sholat Ghaib untuk Randy, dari Mahasiswa dan Polisi Gorontalo

Sholat Ghaib untuk Randy, dari Mahasiswa dan Polisi Gorontalo

27/09/2019 19:35 0 By Syakir

Zulfikri Rivai salah satu anggota massa aksi, jadi Imam pada sholat ghaib bersama di halaman Mapolda Gorontalo, Jumat (27/9/2019).

Hulondalo.id – Duka meninggalnya Randy (21) alias Randy, mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO) Sulawesi Tenggara, juga dirasakan mahasiswa Gorontalo. Dalam aksinya di depan Mapolda Gorontalo, Jumat (27/9/2019), mereka menuntut proses hukum terhadap pelaku penembakan.

Dalam aksi damai itu, para mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Gorontalo itu, menyampaikan beberapa tuntutan. Diantaranya, mengutuk keras aksi represif aparat saat pengamanan demo di DPRD Sultra.

Mereka juga meminta kepolisian mengusut tuntas pelaku penembakan yang mengakibatkan Randy tewas. Terakhir, massa aksi dari beberapa kampus ini mengajak kepolisian untuk sholat ghaib bersama, mendoakan almarhum Randy.

Usai berorasi, para mahasiswa ini pun dipersilahkan masuk ke halaman Mapolda Gorontalo, untuk menunaikan sholat ghaib bersama.

Dipimpin Zulfikri Rivai salah seorang dari massa aksi, sejumlah anggota polisi ikut dalam sholat ghaib, termasuk beberapa perwira seperti, AKBP Dafcoriza dan Dir Sabhara Polda Gorontalo. Suasana pun menjadi hening, semua yang ada disitu ikut mendoakan Almarhum Randy.

Ambil air wudhu persiapan sebelum sholat ghaib.

Sementara itu, usai sholat ghaib massa aksi melalui korlapnya Rachmat Abu, menyampaikan ucapan terima kasih. Kendati demikian, mereka juga menolak untuk audiens, karena menganggap tuntutan mereka sudah jelas. Yakni usut tuntas penembakan Randy saat demo di DPRD Sultra.

Setelah bernegosiasi, akhirnya massa aksi mau beraudiens, dan audiens dilakukan di halaman Mapolda dengan Wakapolda Gorontalo Kombes Pol Drs. Jaya Subriyanto.

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Wakapolda Gorontalo menyampaikan rasa prihatinnya, namun diakuinya hingga kini polisi belum diketahui pasti asal peluru tajam yang menewaskan Randy.

Wakapolda pun menyampaikan, bahwa kepolisian tidak ingin berbenturan dengan mahasiwa, dalam setiap pengamanan aksi. Untuk itu, dirinya berharap mahasiswa jangan mau ditunggangi dalam aksi aksinya.

Aksi berlanjut hingga setelah sholat Maghrib, dengan pemasangan lilin tanda berkabung di halaman Mapolda Gorontalo. (alex)