Sidak Hari Kedua, Sekda Ridwan: ASN Disiplin Tanpa Diperintah

Sidak Hari Kedua, Sekda Ridwan: ASN Disiplin Tanpa Diperintah

22/01/2020 22:15 0 By Maman

Sekda Gorontalo Utara Ridwan Yasin saat melakukan sidak di kantor-kantor OPD dilingkungan Pemkab Gorontalo Utara. (hms)

Hulondalo.id – Jika dihari sebelumnya, Sekda Gorontalo Utara Ridwan Yasin mendapati ASN sedang nongkrong di rumah makan dijam kerja pagi, dihari kedua Inspeksi Mendadak (Sidak), kembali dilakukannya dibeberapa kantor OPD.

“Ini cukup menggembirakan, saat jam kantor tak ada lagi yang nongkrong dirumah makan, mudah-mudahan ini dapat dipertahankan terus,” ungkap sekda Ridwan Yasin.

Namun kata dia, sidak dihari kedua ini, ada yang cukup mengecewakan baginya. Saat jam kerja, beberapa kantor OPD belum ada pegawainya.

“Ada beberapa OPD yang dijam sembilan pagi itu baru satu orang,” tukasnya.

Sekda mengatakan, terhadap kondisi itu, BKD Gorontalo Utara sudah diminta olehnya, untuk mencatat. Pemantauan kata dia, akan dilakukan dihari-hari berikutnya.

Soal sanksi, Sekda mengatakan, pasti akan diberikan. Hanya saja menurut dia, apakah sanksi tersebut bisa memperbaiki atau sebaliknya.

“Sanksi diberikan agar apa yang terjadi hari ini dan besoknya sudah berubah, lakukan tugas pokok fungsi sebagaimana biasa,” kata Sekda Ridwan.

Tak hanya itu, Sekda juga mengungkap beberapa pejabat disalah satu OPD, keluar daerah tanpa mengikuti prosedur.

“Saat mereka kembali, mungkin akan ada teguran khusus, dan itu sudah ada catatan tersendiri, jika diulangi, maka kita tidak segan-segan,” tegas Panglima ASN Gorontalo Utara ini.

Dalam regulasi, PP 53 tahun 2010 kata Sekda, mengatur soal hukuman kepada ASN. Hukuman ini kata dia, hukuman ringan berupa teguran, teguran tertulis, teguran lisan, dan pernyataan tidak puas. Dan itu dilakukan oleh kepala dinas/badan.

“Berbeda ketika kewenangannya mulai naik, misalnya Sekretaris Daerah, punya kewenangan hukuman sedang, hukuman sedang itu berupa menurunkan pangkat setahun, setingkat menunda kenaikan pangkat satu tahun dan lebih parah bisa menunda gaji satu tahun,” ungkap Sekda.

Bayangkan kata Sekda, jika hukuman sedang diterapkan, ASN pasti sudah menjerit, apalagi kalau hukuman berat, pemberhentian dari jabatan, pemberhentian dari PNS.

Sekda berharap, ASN Gorontalo Utara benar-benar bekerja untuk rakyat, profesional, prioritas pada aturan perundangan-undangan, pada atasan secara berjenjang, dan berintegritas.

Sekda juga mengatakan, sudah menjadi kewajiban bagi ASN untuk mengatur diri sendiri, menjadi disiplin tanpa harus diperintah. (Prin/Adv)