Sidak Kantor DPM-Pemdes, Wabup Thariq: Perlu ada Media Promosi BUMDes

Sidak Kantor DPM-Pemdes, Wabup Thariq: Perlu ada Media Promosi BUMDes

09/07/2021 00:07 0 By Maman

Wabup Thariq Sidak Kantor DPM-Pemdes

Wabup Gorontalo Utara, Thariq Modanggu saat melakukan Sidak di Kantor DPM-Pemdes. (foto:prin)

Hulondalo.id – Media promosi diperlukan agar publik dapat mengakses berbagai informasi tentang BUMDesdi Gorontalo Utara. Ini terungkap saat Wabup Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, melakuka sidak di kantor Dinas PM-Pemdes Gorontalo Utara.

“Melalui media promosi itu masyarakat bisa mengakses dan mengetahui apa saja jenis usaha yang tersedia dimasing-masing BUMDes, jadi ini promosi,” ujar Wabup Thariq, usai melakukan sidak di DPM-Pemdes, Kamis (8/7/2021).

Kekuatan media kata Wabup, apalagi media online akan sangat mudah diakses oleh siapapun. Ketika Gorontalo Utara memiliki website khusus BUMDes dan didalamnya memuat jenis-jenis usaha, pelayanan dan lain-lain, maka orang akan dengan mudah mengakses apa saja yang dibutuhkannya melalui media tersebut.

“Saya kira itu poin-poin, mudah-mudahan dengan ini BUMDes di Gorontalo Utara lebih terarah dan lebih produktif, kemudian dia bisa betul-betul menjadi motor ekonomi,” harap Wabup.

Terkait BUMDes klinis kata Wabup, di DPM-Pemdes, sudah ada hasil monev dan itu yang perlu dilakukan klaster. Misalnya kata Wabup, ada pertanyaan dimana BUMDes yang sudah memiliki penataan keuangan yang teratur. Bisa di klaster dari 123 desa termasuk BUMDes yang sudah memiliki pengawasan.

“Setelah diklaster kemudian dianalisis, ini yang perlu diberikan pelatihan, ini yang perlu diberikan bimbingan teknis soal penyusunan laporan keuangan, ini perlu dilibatkan dalam diskusi pengembangan usaha, supaya mereka paham, ini adalah bisnis plan dan seterusnya,” tambah Wabup.

Selanjutnya kata Wabup, kluster mengenai jenis usaha. Misalnya dari 123 desa, berapa usaha sewa kursi, berapa saprodi. Lalu dianalisis, sampai dimana progresnya, mana yang produktif dan mana yang sudah tidak produktif.

“Jangan sampai dia mati, makannya dipenyertaan modal tahun kedua, kalau tidak produktif minta pengurus ada kajian pengurus untuk merubah itu, jangan lagi bertahan disitu, jangan usaha tenda tidak berhasil, dikasih modal terus soal tenda,” jelas Wabup. (Prin/Adv)