Siswa SMA/SMK Belajar Bersama Membuat Makanan Khas Gorontalo, Tiliaya

Siswa SMA/SMK Belajar Bersama Membuat Makanan Khas Gorontalo, Tiliaya

22/06/2021 11:41 0 By Maman

Siswa SMA SMK Membuat Tiliaya

Siswa SMA/SMK saat belajar bersama membuat makanan khas Gorontalo, Tiliaya. (foto:inkri)

Hulondalo.id – Tidak hanya belajar tentang ciri khas dan adat di Gorontalo, kali ini, para siswa SMA/SMK se Provinsi Gorontalo, belajar bersama membuat makanan khas Gorontalo, Tiliaya.

Memasak makanan khas Gorontalo ini, dilakukan dihari terakhir Belajar Bersama Selasa (22/6/2021). Pemateri yang juga Budayawan, Hj. Reinyers Bila, S.Pd mengatakan, dalam kamus bahasa daerah Gorontalo dari almarhum Prof. DR. Hi. Mansur Pateda, Tiliaya bahasa Indonesia adalah sirikaya yang artinya sehari kaya; dirasakan sehari kaya bila makan Tili’aya.

Makanan yang lezat ini juga, hanya bisa dinikmati sekali-kali bila ada hajatan misalnya, acara Mongadi Salawati atau doa keselamatan dan acara Mongaruwa (tahlilan).

“Tili, Totili atau dekat, Aya artinya kepala desa atau ayahanda, jika hajatan acara Mongadi Shalawati dan Mongaruwa, Tiliaya diletakkan di dekat ayahanda dan atau membagikan Tiliaya tersebut kepada yang hadir atau undangan,” ungkap Reinyers.

“Makanan ini juga sebagai simbol sikap keramahtamahan tuan rumah kepada tamu kehormatan yang diundang, sehingga makanan Tiliaya harus didekatkan dengan tokoh yang bersangkutan,” sambung Reinyers.

Sementara itu, Ahli Gizi Kesehatan Provinsi Gorontalo, Arifasno Napu yang meneliti kandungan gizi Tiliaya mengungkap nilai gizi yang terkandung dalam makanan ini.

Makanan yang dibuat dengan bahan seperti, 5 butir telur, 250 gram gula merah dan 200 CC santan kata Arifasno, menghasilkan energi sebesar 1.407 kalori. Kemudian protein 58,2 gram, lemak 31,5 gram, dan karbohidrat 219 gram.

“Tiliaya juga mengandung vitamin A, vitamin B1, vitamin C, kalsium, fosfor, natrium hingga kalium,” ujarnya.

Lebih jauh Reinyers menyampaikan tentang alat dan bahan yang perlu disiapkan yakni, alat masing-masing, panci/dandang, saringan teh/ayakan, pengocok telur, wadah, serbet dan pisau. Sedangkan bahan yakni, gula merah, telur, santan kelapa.

“Semua itu harus disiapkan dalam memproses pembuatan tiliaya, agar tiliaya terbuat secara sempurna,” jelasnya.

Berikut proses pembuatan makanan tradisional Tiliaya :

  1. Pertama-tama gula merah di iris tipis, kemudian didihkan hingga meleleh. Setelah itu kemudian disaring.
  2. Campurkan adonan Telur dengan gula merah dengan cara di aduk sampai tercampur rata.
  3. Masukkan santan ke dalam adonan tersebut. Diaduk hingga ketiga bahan tersebut menyatu. Takaran atau ukuran santan disesuaikan dengan jumlah telur yang disediakan. Jika telur disediakan 5 butir, sebanyak itu pula takaran atau ukuran santan yang dibutuhkan. Metode yang digunakan agar takaran atau ukuran santan sesuai dengan jumlah telur yang disediakan yakni saat memecahkan telur, cangkang Telur tidak boleh dihancurkan secara menyeluruh tapi dengan memecahkan sebagian hanya mengeluarkan isi dan telur tersebut, dan cangkang yang masih utuh itu digunakan sebagai takaran atau ukuran santan.
  4. Setelah ketika bahan tercampur dan menyatu, adonan tadi dituangkan kedalam wadah dan dikukus selama 30 menit. Tutup kukusan dilapisi serbet bersih.
  5. Setelah matang, bisa dipotong menjadi beberapa bagian di taruh pada mangkok. Siap disajikan.

“Jika semua proses itu telah dilalui, tinggal menunggu Tiliaya masak untuk disajikan,” tutupnya. (Inkri/Adv)