Siswa SMA/SMK di Gorontalo Belajar Seni Lukis Aquarel

Siswa SMA/SMK di Gorontalo Belajar Seni Lukis Aquarel

21/06/2021 18:58 0 By Maman

Siswa SMA SMK Belajar Seni Melukis Aquarel

Para siswa SMA/SMK di Provinsi Gorontalo saat belajar seni lukis Auqarel. (foto:hms)

Hulondalo.id – Kemampuan siswa SMA/SMK di Provinsi Gorontalo terus ditingkatkan. Senin (21/6/2021), para siswa belajar bersama tentang seni lukis Aquarel.

Pemateri Affandy Rais mengatakan, ada beberapa teknik melukis dengan cat air. Pertama kata dia, teknik washes. Ini merupakan teknik melukis dengan cat air yang paling mendasar.

Caranya adalah dengan membasahi kertas yang akan digunakan, lalu tinggal meletakkan warna di atas permukaan kertas dari atas ke bawah, sebelum akhirnya membiarkan lukisan itu kering secara alami.

Kedua kata Affandy, teknik glazing. Ini teknik melukis cat air dengan membasahi kertas, sebelum meletakkan warna di atas permukaan kertas. Cat yang digunakan harus sangat tipis.

“Warna yang paling ideal untuk cara ini adalah rose madder (permanent rose), cobalt blue, dan auroline, setiap glaze harus kering dahulu sebelum ditimpa dengan warna lainnya,” ungkap Affandy.

Ketiga, Teknik Wet on Wet. Proses ini dilakukan dengan mewarnai kertas yang basah dengan kuas berukuran besar atau spons basah. Hasilnya, adalah bentuk dan warna yang samar-samar namun indah dan lembut.

“Keempat, teknik dry brush, teknik melukis dengan menggunakan kuas yang sudah dicelup dalam cat, kemudian sapukan kuas ke atas kertas yang kering. Gunakan air secukupnya dalam proses ini. Hasilnya adalah efek kering di setiap sudut gambar yang dibuat,” ujar Affandy.

Kelima, Teknik Lifting Off. Ini proses menghilangkan cat yang sudah disapukan di atas kertas.

“Setelah lukisan yang kita buat kering, basahkan bagian yang ingin diangkat, kemudian serap airnya dengan sehelai kertas tisu. Hasilnya adalah garis dan bentuk yang ujungnya terlihat keras,” ungkap Affandy.

Tak hanya sampai itu kata Affandy, ada juga yang harus dikuasai yakni, unsur-unsur seni rupa karya. Seni rupa menurutnya, memiliki beberapa elemen yang membentuknya. Elemen-elemen pembentuk ini disebut dengan unsur rupa.

Berikut unsur-unsur dasar karya seni rupa yang digunakan  untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa :

  1. Garis

Goresan, guratan, coretan yang membekas pada suatu permukaan. Ditinjau dari segi jenisnya, terdapat garis lurus, garis lengkung dan garis tekuk atau zig-zag.

  1. Bidang

Garis yang mempunyai dimensi memanjang dan lebar. Secara umum bidang dibagi menjadi dua, yaitu bidang geometris dan bidang organis.

  1. Ruang

Berdimensi memanjang, lebar dan kedalaman. Unsur ruang pada karya dua dimensi bersifat semu (maya) karena diperoleh melalui kesan penggambaran yang pipih, datar, menjorok, cembung, jauh dekat dan sebagainya.

  1. Warna

Menurut ilmu bahan merupakan bahan berupa pigmen (zat warna), sedangkan menurut ilmu fisika merupakan kesan yang ditimbulkan oleh cahaya pada mata kita.

  1. Tekstur

Tekstur merupakan nilai raba suatu benda. Tekstur terbagi menjadi dua, tekstur semu dan nyata. Tekstur nyata memiliki nilai raba yang sama antara penglihatan dan rabaan.

“Peserta didik harus mampu menguasai beberapa teknik dalam memulai melukis,” jelasnya.

Affandy juga menjelaskan, prinsip-prinsip dalam Seni Lukis Aquarel. Prinsip-prinsip tersebut sebagai berikut :

  1. Keseimbangan / Balance

Keseimbangan adalah keadaan yang dialami oleh suatu benda. Dalam bidang seni, keseimbangan tidak dapat diukur tapi dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak ada yang saling membebani. Tidak adanya keseimbangan dalam suatu komposisi akan membuat perasaan tak tenang dan keseutuan komposisi akan terganggu, sebaliknya keseimbangan yang baik memberikan perasaan tenang dan menarik, serta menjaga keutuhan komposisi.

  1. Dominasi / Domination

Pusat perhatian atau dengan kata lain dominasi merupakan pengaturan peran atau penonjolan bagian satu atas bagian lainnya dalam suatu keseluruhan. Dominasi digunakan sebagai daya Tarik. Dengan adanya sesuatu yang menonjol pada bagian itu makan menjadi sebuah dominasi atau point of interest. Dengan adanya dominasi unsur-unsur tidak tampil seragam, atau sama kuat, melainkan memperkuat keseutuhan dan kesatuan bentuk sehingga tercipta keseimbangan dalam sebuah karya seni.

  1. Kesatuan / Unity

Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar. Tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya akan membuat karya tersebut tercerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman dipandang.

  1. Irama / Rhythm

Prinsip irama bertujuan mencapai keselarasan. Irama adalah gerak perulangan atau gerak mengalir/aliran yang runtut, teratur dan terus-menerus.

  1. Proporsi / Proportion

Proporsi bertujuan untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan-perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang.

Affandy juga menambahkan, peserta didik harus menguasai pewarnaan. Sebab pewarna memegang peranan penting dalam melukis. Banyak aspek yang perlu dipelajari tentang pewarnaan antara lain tentang cara pewarnaan, memilih warna, komposisi, serta tebal-tipisnya dapat mempengaruhi citra lukisan.

Klasifikasi Warna

Terdapat lima klasifikasi warna, yaitu warna primer, sekunder, intermediate, tersier, dan kuarter. Masing-masing memiliki kelompok nama-nama warna.

a. Warna Primer

Merupakan warna dasar yang terdiri dari warna merah, biru dan kuning. Dari ketiga warna tersebut dapat digunakan sebagai bahan pokok pencampuran untuk memperoleh

warna-warna lain.

b. Warna Sekunder

Merupakan pencampuran dua warna dasar, yang termasuk warna sekunder adalah orange, hijau dan ungu.

c. Warna Tersier

Merupakan pencampuran antara warna primer dan warna sekunder. Yang termasuk warna tersier adalah merah orange, kuning orange, kuning hijau, hijau biru (toska), biru ungu dan ungu merah (marun).

Jenis-jenis warna mendasarkan pada teori kata Affandy lagi masing-masing, tiga warna primer, tiga warna sekunder dan enam warna tersier. Kedua belas warna tersebut kata dia, disusun dalam satu lingkaran. Kemudian lingkaran tersebut dibelah menjadi dua bagian, dan akan memperlihatkan setengah bagian yang tergolong daerah warna panas dan setengah bagian warna dingin.

“Warna panas memberikan kesan semangat, kuat dan akti. Warna dingin memberikan kesan tenang, kalem dan pasif. Terlalu banyak warna panas akan berkesan merangsang dan menjerit, sedangkan terlalu banyak warna dingin akan berkesan sedih dan melankolis. Warna panas berkomplemen dengan warna dingin sehingga sifatnya kontras (bertentangan),” tutupnya. (Inkri/Adv)