Soal Dugaan Penipuan Travel Umrah, Polisi Sudah Periksa 6 Saksi

29/11/2019 20:44 0 By Alex

Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono SIK ketika memberikan keterangan pers. (F.dok)

Hulondalo.id – Jajaran Polda Gorontalo tengah menseriusi kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan owner travel perjalanan umrah Mutmainnah yang sempat heboh menerlantarkan jamaah di Jakarta, awal November 2019 lalu.

Hingga kini, polisi sudah memeriksa sedikitnya 6 saksi, termasuk di dalamnya korban sebagai pelapor. Materi yang digali terhadap para saksi di antaranya seputar kronologis prosedur, administrasi hingga transaksi yang melibatkan tersangka NR selaku owner travel umrah tersebut.

“Jadi setelah melakukan gelar perkara, kasus travel umrah ini sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Sudah 6 saksi yang diperiksa,” terang Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono SIK, Jumat (29/11/2019).

Lebih rinci Wahyu menyampaikan, 2 dari 6 saksi yang telah diperiksa tersebut bertindak selaku koordinator rombongan dari kelompok jamaah berjumlah 21 orang dengan rute Gorontalo-Jakarta-Madinah-Turki-Jakarta-Gorontalo. Selain itu ada juga 2 orang saksi di antaranya yang merupakan koordinator 8 orang jamaah.

Dari keterangan para saksi, lanjut Wahyu, bahwa mereka dijanjikan tersangka NR akan diberangkatkan melalui biro jasa travel Muhsinin dan telah membayar seluruh biaya perjalanan. Namun setelah berada di Jakarta, jamaah gagal melanjutkan perjalanan karena ternyata diduga NR tidak ada kerjasama dengan travel Muhsinin yang rencananya perjalanannya akan difasilitasi oleh travel Umaro.

“Jadi dari keterangan saksi, terlapor NR tidak membayar biaya perjalanan mereka ke travel-travel tersebut,” jelas Wahyu.

Saat ini pula, polisi sudah mengantongi sejumlah bukti berupa transaksi dan penyerahan sejumlah uang kepada owner travel berinisial NR tadi berupa slip transfer, kwitansi pembayaran dan rekening koran.

“Penyidik masih akan memeriksa 5 korban lainnya yang berada di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Mereka berangkat hari ini. Selain itu, penyidik juga sudah menyurat permintaan saksi dari Kementerian Agama,” tandas Wahyu.(Alex)