Soal Penemuan Mayat di Kebun Jagung Limboto, Polisi Tahan Ipar Korban

Soal Penemuan Mayat di Kebun Jagung Limboto, Polisi Tahan Ipar Korban

04/01/2020 14:21 0 By Alex

Kasat Reskrim AKP Muhamad Kukuh Islami SIK bersama jajarannya saat sedang melakukan gelar perkara terkait kasus penemuan mayat di Desa Padengo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.

Hulondalo.id – Jajaran Polres Gorontalo akhirnya berhasil mengungkap misteri penemuan mayat Basri Kandipa (30) di kebun jagung di Dusun I, Desa Padengo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, pada Kamis (2/1/2020).

Polisi menetapkan seorang tersangka berinisial UE, yang tidak lain merupakan ipar korban sendiri. Sebelum Basri ditemukan tewas, mereka berdua sempat terlibat perkelahian karena teridentifikasi sudah dipengaruhi minuman keras (miras).

“Jadi tersangka UE kita amankan di rumah saudaranya di Dusun Tahele, Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, oleh anggota kita. Selanjutnya yang bersangkutan diamankan di Polsek Limboto Barat,” ujar Kasat Reskrim Polres Gorontalo, AKP Muhamad Kukuh Islami SIK, Sabtu (4/1/2020).

Dari keterangan yang dikumpulkan pihak kepolisian, sebelumnya UE dan Basri sempat terlibat perkelahian di jalanan, sekitar pukul 07.00 Wita, Rabu (1/1/2020). Saat itu, Basri sempat mendorong UE hingga jatuh di saluran air dan mengalami luka lecet.

Perkelahian keduanya pun berlanjut di rumah orangtuanya, atau rumah mertua Basri. Saat itu mereka sudah dipengaruhi miras. Saat mereka berkelahi, UE jatuh dan menyebabkan giginya patah. UE yang emosi kemudian bangkit dan sempat menendang perut Basri hingga membuat pria asli Luwuk, Sulawesi Tengah ini terjatuh kesakitan.

Sembari menahan sakit, Basri berusaha bangkit dan melarikan diri dari rumah mertua tadi. UE sempat menyusul dan meneriaki Basri dan diduga diselingi ancaman akan akan membunuhnya. Namun UE tidak juga mendapati Basri yang bak hilang ditelan bumi.

UE terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan Basri Kandipa tewas.

Sehari kemudian, Kamis, sekitar pukul 17.30 Wita, Basri ditemukan sudah tidak bernyawa di kebun jagung milik Arifin Bauna, sekitar 200 meter dari rumah mertua korban.

“Jadi, modus sementara karena tersangka merasa sakit hati terhadap korban dan sudah dipengaruhi minuman keras. Kami masih terus menyelidiki kasus ini,” tambah AKP Muhamad Kukuh Islami.

Mantan Kasat Reskrim Polres Pohuwato ini menambahkan, tersangka dijerat dengan pasal 338 subsider 351 ayat (3) KUHP karena melakukan tindak pidana kejahatan terhadap jiwa orang lain. Saat ini, tersangka UE sudah resmi ditahan.(Ika)