Soal Pengosongan Toko Menara, Pemkab Gorontalo Sudah Peringati Penyewa Berkali-kali

Soal Pengosongan Toko Menara, Pemkab Gorontalo Sudah Peringati Penyewa Berkali-kali

19/06/2019 20:01 0 By Alex

Toko Menara Limboto yang telah habis masa kontrak akan segera dikosongkan untuk pembangunan instalasi farmasi Kabupaten Gorontalo.(f.dok)

Hulondalo.id – Kepala Badan Keuangan dan Pejabat Penatausahaan Barang Milik Daerah Kabupaten Gorontalo  (Kabgor), Dewi Masita Usman angkat bicara terkait kekhawatiran anggota Komisi III DPRD Kabgor tentang pembangunan instalasi farmasi Dinas Kesehatan yang bakalan tidak akan selesai tepat waktu.

Dia berharap agar masalah tersebut tidak perlu dipolitisir karena persoalan tersebut sudah berkali-kali diperingatkan kepada pihak penyewa, bahkan telah dilakukan musyawarah.

“Karena, sejak tahun 2018 sebelum masa kontrak penyewa berakhir, pemerintah daerah telah mengingatkan kepada penyewa bahwa tidak akan lagi memperpanjang kontrak sewa karena akan dibangun instalasi  farmasi. Jadi saya harap masalah tersebut tidak perlu dipolitisir,” ujar Dewi, Rabu (19/6/2019).

Bahkan tidak hanya sekali, Pemkab Gorontalo sudah berulang kali memberikan pemberitahuan kepada penyewa agar segera mengosongkan lokasi tersebut. Dewi menceritakan, pada awal tahun 2019, Pemkab kembali menyurati penyewa berdasarkan surat pemberitahuan Nomor 900/BK/0178/2019 tanggal 18 Februari 2019, bahwa Pemkab Gorontalo telah menginformasikan kepada pihak penyewa atas nama Heri Runudalie dimana kontrak perjanjian sewa akan berakhir tanggal 31 Maret 2019 sesuai kontrak Nomor 900/DPPKAD/204.a/2014 tanggal 01 April 2014 tetang Sewa Menyewa Toko Menara Limboto.

“Dalam surat tersebut jelas bahwa pemerintah daerah tidak akan melakukan perpanjangan sewa setelah berakhirnya perjanjian sewa tersebut. Diketahui di lokasi itu, sudah 15 tahun disewakan kepada Heri Runudalie,” sambung Dewi.

Kemudian pada tanggal 13 Mei Tahun 2019, Pemkab Gorontalo melalui surat nomor 900/BK/0559/2019  perihal pemberitahuan ke-2 telah mengirim kembali surat kepada penyewa dengan menegaskan hal yang sama serta memberikan batas waktu pengosongan gedung dimaksud.

“Jadi, tidak ada alasan bagi penyewa yang menilai bahwa Pemkab Gorontalo memberikan waktu yang singkat untuk mengosongkan lokasi itu,” katanya.

Bahkan, untuk mempercepat pembangunan instalasi farmasi yang masih terkendala pengosongan tersebut, pihaknya sudah menggelar rapat bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabgor, Hadijah U Tayeb selaku Pengelola Barang Milik Daerah Kabupaten Gorontalo, pada Ahad (9/6/2019).

Saat itu, dihadiri juga oleh pihak penyewa Heri Runudalie, pihak ketiga sebagai pelaksana pembangunan, Kepala Dinas Kesehatan selaku Pengguna Anggaran (PA) dan OPD terkait. Dan hasil pertemuan tersebut disepakati bahwa proses pengosongan toko menara akan dilakukan secara bertahap.

“Inilah upaya pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam membangun komunikasi dengan pihak penyewa sehingga kami berharap tidak ada pihak yang dirugikan. Pemerintah telah melakukan  kiat-kiat melakukan komunikasi dengan pihak pengontrak, bahkan berulang-ulang kali,” tandasnya.(Ika)