Soal Penyerangan Polsek Popayato Barat, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Soal Penyerangan Polsek Popayato Barat, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

21/01/2021 18:26 0 By Alex

Polda Gorontalo

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono

Hulondalo.id – Kasus penyerangan Polsek Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, akhirnya menuai titik terang.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Gorontalo menetapkan 3 tersangka atas kasus penyerangan, intimidasi, kekerasan serta dugaan pemukulan terhadap Kapolsek Popayato Barat yang terjadi pada bulan Agustus 2020 silam.

“Setelah dilakukan penyelidikan, penyidikan dan hasil gelar perkara pada hari Senin (18/1/2021), sudah ada 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka,” ucap Kabid Humas, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono.

Sebelumnya, polisi melakukan pemeriksaan kepada sedikitnya 12 orang saksi serta mengumpulkan alat bukti atas kejadian tersebut.

Adapun 3 tersangka tersebut masing-masing berinisial AK, IK dan RM. Mereka bertiga dijerat dengan pasal 214 KUHP tentang Kejahatan dalam Kekuasaan Umum dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 Tahun, dan pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dengan pidana penjara paling lama 2 Tahun 8 Bulan.

“Terhadap para tersangka belum dilakukan penahanan karena penyidik masih akan melakukan pemanggilan kepada ke 3 tersangka itu,” sambung Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono.

Sebelumnya, peristiwa penyerangan Polsek Popayato Barat terjadi pada tanggal 25 Agustus 2020. Saat itu, sekelompok warga yang dipimpin oleh salah seorang tersangka berinisial AK melakukan aksi protes dengan diduga melempar kantor Polsek Popayato Barat.

Akibat peristiwa ini, kaca jendela Polsek Popayato Barat pecah. Bahkan sekelompok orang diduga melakukan intimidasi bahkan pemukulan terhadap Kapolsek Popayato Barat dan anggotanya.

Sebelum aksi protes itu, diketahui sehari sebelumnya Polsek Popayato Barat menahan sebuah dump truk yang memuat 9 Ton BBM jenis solar bersubsidi yang diangkut dari wilayah Moutong, Sulawesi Tengah.(Mg03)