Soal Rapid Test, Sopir PO Bakal Diberi Perlakuan Khusus

Soal Rapid Test, Sopir PO Bakal Diberi Perlakuan Khusus

22/06/2020 22:45 0 By Syakir

ilustrasi (anwart)

Hulondalo.id – Walaupun masih berat di ongkos, namun ini tetap kabar gembira bagi para sopir bus angkutan orang maupun barang antar provinsi pada fase new normal. Soal kewajiban rapid test bagi siapa saja yang akan masuk di satu wilayah provinsi, khusus sopir angkutan antar provinsi atau sopir PO, bakal ada perlakukan khusus.

Sebelumnya, lewat surat edaran (SE) nomor 7 tahun 2020 yang mengatur pergerakan orang antar provinsi, diwajibkan mengantongi surat izin keluar masuk, yang syarat utamanya adalah rapid test berlaku 3 hari, atau swab test yang berlaku 7 hari.

Kadis Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Nganro mengatakan, selain mengantongi SE nomor 7, pihaknya juga sudah menerima surat dari menteri Perhubungan nomor 41 yang merupakan perubahan permen 812 tahun 2020, yang mewajibkan rapid test bagi sopir PO angkutan yang akan keluar masuk suatu wilayah.

Terkait soal rentang waktu rapid test yang hanya berlaku 3 hari, Jamal mengatakan, rencananya akan ada surat edaran yang tengah digodok oleh kementrian kesehatan, yang akan merubah rentang waktu rapid test bagi sopir angkutan, dari 3 hari menjadi 14 hari. Walaupun, rapid testnya tetap dilakukan mandiri alias diluar tanggungan pemerintah.

Dan kata dia, tak hanya penumpang, muatan juga diatur dalam 3 fase. fase pertama, muatan tidak boleh lebih dari 30 %, berlaku sampai 30 juni. Fase kedua, tanggal 1 juli ke atas, muatan boleh sampai 75 %. Dan begitu pun sampai fase ke tiga.

“Intinya, saat ini kita, masih dilarang untuk bepergian karena statusnya ada bencana non alam,” ungkap Jamal, yang kembali menegaskan pentingnya untuk mematuhi protokol kesehatan, serta aturan yang berlaku selama fase new normal. (rinto)