Soal Ribut di Perbatasan, Sekda Buol: Tidak Ada Asap Kalau Tidak Ada Api

Soal Ribut di Perbatasan, Sekda Buol: Tidak Ada Asap Kalau Tidak Ada Api

15/04/2020 17:49 1 By Syakir

Sekda Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Sufrizal Yusuf

Hulondalo.id – Peristiwa pemukulan terhadap sang sopir di perbatasan Buol dan Gorontalo Utara ditanggapi Sekda Buol Suprizal Yusuf. Bahkan menurutnya, kalau oknum Satpol PP harus diproses hukum, maka si sopir juga harus mengalami hal serupa, karena kesalahannya.

Dihubungi hulondalo.id via WhatsApp, Sekda Buol Suprizal Yusuf mengatakan, kejadian diperbatasan Buol dan Gorontalo Utara itu menurutnya keduanya bersalah.

“Kejadian diperbatasan Buol – Gorut Antara 2 oknum, 1 sopir dan 2 petugas perbatasan Satpol. Kenapa Saya sampaikan 2 oknum karena dua”nya salah,” ungkap Suprizal, Rabu (15/4/2020).

Suprizal meminta jangan hanya menyalahkan oknum petugas Satpol PP saja. Menurutnya, petugas yang bersangkutan juga tidak akan berbuat demikian, jika masyarakat patuh dan sopan.

Dikatakannya lagi, sopir bernama Abo pedagang bawang merah memang sudah sering melintas di perbatasan. Buol. Namun, si sopir ini beberapa kali mengacuhkan petugas di portal, saat akan diperiksa kesehatannya oleh Tim Kesehatan sesuai dengan Protokol Penanganan Covid-19.

“Sehingga kali ini petugas meminta yang bersangkutan, untuk pemeriksaan tapi tetap saja melakukan perlawanan dgn mengata-ngatai petugas. Maka terjadilah kejadian pemukulan itu. Tidak ada asap kalau tidak ada api,” ketusnya.

Selaku Ketua Tim Satgas Sekda Buol Sufrizal Yusuf mempersilahkan kasus ini diproses hukum. Tapi oknum sopir juga harus diproses hukum, karena melakukan pembangkangan saat pemeriksaan Covid-19, sesuai UU yang berlaku dalam keadaan darurat kesehatan saat ini.

“Berikut untuk petugas Satpol regunya ditarik dan diganti dengan petugas yang baru,” tandas Suprizal Yusuf yang juga mantan Kepala Dinas Sosial Gorontalo Utara itu.

Sebelumnya, Sekda Kabupaten Buol Suprizal Yusuf mengatakan saat dihubungi hulondalo.id dirinya sementara melakukan Video Conference dengan Kementerian Sosial RI. (prin)